illustrasi
WONOSARI – Belum lama ini jajaran kepolisian Polres Gunungkidul mengadakan pertemuan dengan tokoh agama dan adat. Pengumpulan tokoh masyarakat tersebut sebagai upaya menjaga keamanan pelantikan Jokowi-JK sebagai presiden dan wakil presiden.
Kabag Humas Polres Gunungkidul Ipda Ngadino mengatakan pelantikan presiden maupun wapres dijadwalkan 20 Oktober nanti. Untuk itu, pihaknya melakukan koordinasi dengan beberapa tokoh masyarakat.
“Harapan kami, acara sosialisasi bersama tokoh masyarakat, agama dan adat ini mampu menciptakan suasana kondusif jelang pelantikan presiden dan wakil presiden di daerah,” kata Ngadino, kemarin (16/10).
Pertemuan dengan sejumlah tokoh diikuti 115 tokoh dari seluruh kecamatan yang tersebar di Bumi Handayani. Melalui kerja sama ini, pihaknya yakin potensi konflik bisa diredam sejak dini.
“Masyarakat diimbau agar tidak mudah terprovokasi oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Itu hanya menjerumuskan untuk bertindak anarki sehingga mengganggu masyarakat lainnya,” terangnya.
Dengan konsep seperti itu, kata dia, niscaya warga di wilayah Jogjakarta paling timur ini akan merasa nyaman dan mempunyai daya cegah terhadap gangguan. Selepas pertemuan, seluruh tokoh ini terus berkoordinasi satu sama lain.
“Tentu, tidak hanya berhenti pada agenda rapat. Justru peran tokoh agama, adat maupun masyarakat dapat bekerja optimal ketika berada di tengah-tengah masyarakat,” ucapnya.
Lebih penting lagi, Ngadino berpesan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak percaya dengan isu-isu menyesatkan. Tentu, isu sengaja dihembuskan oleh pihak tidak bertanggungjawab yang menginginkan kekacauan. “Lebih baik laporkan kepada petugas kepolisian jika menemukan indikasi yang mengarah kepada tindakan atau ajakan untuk berbuat anarki,” pintanya. (gun/ila/ong)

Kulonprogo