GUNAWAN/RADAR JOGJA

TERTUNDUK: Terdakwa kasus penipuan, Bowo Gaplek ketika menghadiri sidang tuntutan kasus penipuan jual beli tanah di PN Wonosari, kemarin (8/10).

WONOSARI – Anggota DPRD DIJ Setyo Wibowo, 42, alias Bowo Gaplek dituntut 10 bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pengadilan Negeri (PN) Wonosari dalam perkara dugaan penipuan jual beli tanah.
Terdakwa dianggap melanggar aturan terutama Pasal 378 KUHP tentang penipuan jual beli tanah. Dalam tuntutannya, JPU Yopi Suhanda berpendapat bahwa Bowo Gaplek bersalah melakukan penipuan dalam jual beli tanah seluas 516 meter persegi di Padukuhan Mokol, Desa Selang, Kecamatan Wonosari.
Selaku pemilik tanah, terdakwa tidak menyerahkan sertifikat lahan yang dijualnya kepada Suparno selaku pembeli tanah meski sudah menyerahkan uang muka sebesar Rp 280 juta. Selain tidak menepati janji menyerahkan sertifikat, terdakwa menjual kembali tanah tersebut kepada Tubagus Mika. Perbuatan terdakwa membuat Suparno tidak bisa menguasai tanah yang sudah dibeli sehingga mengalami kerugian cukup besar.
“Atas fakta-fakta dan keterangan saksi dalam persidangan, jaksa menuntut terdakwa dengan hukuman 10 bulan penjara dikurangi masa tahanan,” kata Yopi Suhanda, kemarin (8/10).
Jaksa juga menyebut beberapa hal yang memberatkan terdakwa. Sebagai anggota DPRD aktif seharusnya Setyo Wibowo mampu menjadi contoh kepada masyarakat. Terdakwa juga tidak mengakui perbuatannya serta sudah menikmati hasil penipuan.
“Sementara beberapa hal meringankan, terdakwa menjadi tulang punggung keluarga dan sudah ada perdamaian dengan pelapor,” terangnya.
Menanggapi tuntutan 10 bulan penjara, Bowo yang tidak menggunakan jasa penasehat hukum menyampaikan pembelaan secara lisan. Dia berpendapat kasus jual beli tanah tersebut tidak masuk ranah hukum.
“Atas dasar keterangan saksi, terdakwa memohon majelis hakim berkenan memutus tidak terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah. Melepaskan terdakwa dari segala dakwaan, karena pelapor sudah mencabut BAP,” ucap Bowo dalam pembelaannya.
Ketua Majelis Hakim Tiraes Sirait kemudian memberikan kesempatan kepada JPU untuk menyampaikan replik. JPU tetap pada tuntutan awal yakni menuntut dengan hukuman 10 bulan penjara.
Usai JPU menyampaikan replik, Ketua Majelis Hakim Tiraes Sirait menutup persidangan. Namun sebelum mengetok palu, Bowo meminta waktu kepada majelis hakimuntuk menyerahkan berkas pembelaan. Majelis hakim kemudian menutup sidang. Agenda sidang putusan akan digelar pada 21 Oktober mendatang. (gun/ila)

Kulonprogo