PURWOREJO – Kantor Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Purworejo berniat menyelamatkan ribuan arsip kuno dengan angka tahun 1800-an. Arsip peninggalan zaman kolonial Belanda itu rencananya akan direstorasi, sehingga tetap terjaga karena masih berhubungan sejarah dan kepentingan yang tidak bisa diduga. “Melihat angka tahunnya, arsip ini sudah ada di zaman Pangeran Diponegoro. Arsip itu mencatat kelahiran, pernikahan, perceraian dan kematian, kebanyakan milik warga Belanda yang pernah menetap di Purworejo,” terang Gathot Suprapto, Kepala Bidang Catatan Sipil Disdukcapil Purworejo, kemarin (12/9).Gathot mengungkapkan, semua arsip tertulis dengan bahasa Belanda. Selama ini terus dijaga dan tersimpan di almari kayu dengan tanda arsip Eopa. “Arsip sudah sangat tua, kondisi kertasnya sudah remah-remah atau muprul mudah rusak, jika sembarangan membukanya bisa hancur,” ungkapnya.
Bersamaan dengan program penataan dan penjilidan arsip, Disdukcapil Purworejo berencana melakukan restorasi arsip Eropa tersebut. Salah satunya dengan berkonsultasi ke Badan Arsip Provinsi Jateng dan ke Kantor Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Jakarta, terkait teknik restorasi dan perawatannya. “Bahan bakunya seperti kertas, pelapisnya ternyata harus didatangkan langsung dari Jepang, karena Indonesia belum punya. Restorasi ini rencananya baru akan diusulkan pada tahun anggaran 2015 mendatang,” ujarnya.Gathot menceritakan, dirinya sering diminta tolong untuk menerbtikan dokumen kedua oleh warga berkebangsaan Belanda. Mereka mengurus arsip, untuk mencari nenek moyangnya dulu yang menetap di Purworejo.
“Mereka membutuhkan arsip yang ternyata masih tersimpan di sini. Kebanyakan mereka sudah tercatat sebagai warga negara Belanda. Jadi bukan untuk mengurus harta atau tanah warisan, hanya untuk merunut silisah atau ahli waris di negaranya sana,” jelasnya.Pada bagian lain, Kepala Disdukcapil Purworejo Sukmo Widi Harwanto menambahkan, hingga saat ini proses pembangunan gedung lantai dua pelayanan publik dan kantor sekretariat masih dapam proses pengerjaan. Nantinya, Kantor Disdukcapil yang lama akan diproyeksikan sebagai gudang penyimpanan admindistrasi kependudukan dan arsip.
“Saat ini kita punya gedung lantai dua untuk arsip di belakang, dan sampai tahun 2016 mungkin masih cukup untuk penyimpanan arsip yang tidak bisa dimusnahkan itu. Nantinya kami juga menginginkan gedung arsip ini dibangun, agar lebih representatif,” imbuhnya.Menurut Sukmo, terhitung sampai akhir 2013 jumlah arsip yang tersimpan di Disdukcapil Purworejo totalnya 750 ribu lembar arsip, dan semuanya rencananya akan dijilid. “Program penjilidan arsip sudah berjalan sekitar lima puluh persen. Tahun ini ada 7000 arsip yang akan dijilid,” terang Sukmo.Arsip itu akan disimpan dalam roll pack atau lemari khusus untuk penyimpanan arsip berdasarkan angka tahun penerbitannya. “Dengan dijilid dan disimpan di lemari khusus arsip akan memudahkan, tidak manual lagi dengan rak yang juga kurang efisiensi,” imbuhnya. (tom/jko)

Kulonprogo