WONOSARI – Kepala Kejasaan Negeri (Kejari) Wonosari Damly Rowelcis mengatakan tidak ada target pasti jumlah penanganan kasus korupsi. Namun, bukan berarti institusinya bekerja tidak optimal.”Setiap tahun, harus ada penanganan kasus korupsi. Tapi jangan perkara kecil dibesar-besarkan. Biaya yang dikeluarkan mengungkap kasus minimal harus seimbang dengan jumlah kerugian negara,” kata Damly Rowelcis usai Upacara Hari Bhakti Adhyaksa ke 54 di halaman kantor Kejari Wonosari, kemarin (22/7).
Dijelaskan Damly, tahun ini pihaknya tengah menyelidiki sejumlah kasus baru dugaan korupsi. Sementara proses penuntutan satu kasus dan sembilan melakukan upaya hukum. Untuk perkara lain yang menonjol adalah pencabulan dan pencurian kayu hutan. “Khusus tiga perkara yang masih dalam penyelidikan, belum bisa diinformasikan secara utuh. Petugas masih berkoordinasi dengan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk menghitung jumlah kerugian negara,” paparnya.Damly meneruskan, Kejari Wonosari mampu menyelamatkan kerugian negara lebih dari Rp 3 miliar dalam kasus korupsi. Perkara penanganan korupsi tunjangan mantan DPRD 1999/2004, dari total kerugian Rp 3,4 miliar, pengembalian mencapai Rp 2,6 miliar – Rp 3 miliar. Perkara korupsi lain adalah korupsi APBDes Wunung. Kejari berhasil mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 154 juta. “Kejari Wonosari juga mampu mengembalikan kerugian negara Rp 63 juta perkara korupsi APBDes Desa Giricahyo,” tegasnya.
Pelaksanaan upacara dipimpin Kajari Damly Rowelcis diikuti seluruh pejabat kejaksaan. Dalam kesempatan tersebut, juga diberikan sejumlah penghargaan pada pegawai.Ia mengingatkan agar penanganan kasus korupsi atau perkara lain harus dilakukan secara profesional. Sehingga mampu menekan terjadinya kerugian negara. Termasuk penanganan pidana umum, juga tetap jadi tugas aparat kejaksaan. “Harus memberikan rasa adil seadil-adilnya pada seluruh masyarakat. Sesuai visi-misi Kejagung, harus bekerja profesional dan menempatkan posisi setara aparat penegak hukum yang lain,” tegasnya.(gun/hes)

Kulonprogo