WONOSARI – Petugas gabungan yang melakukan operasi petik angkutan umum di Terminal Dhaksinarha Wonosari terpaksa menghentikan perjalanan dua unit bus sarat penumpang. Angkutan tersebut ditilang dan tak boleh digunakan, sebelum melengkapi persyaratan berkemudi di jalan raya.Bus tak laik jalan itu masing-masing, PO Purwowidodo, bus antarkota antarprovinsi (AKAP) jurusan Batu-Pracimantoro-Jogjakarta dan bus antarkota dalam provinsi (AKDP) Djangkar Bumi jurusan Wonosari-Jogjakarta.
Bus Purwowidodo yang baru tiba dengan membawa penumpang, diketahui masa uji KIR-nya sudah kadaluarsa. Sementara bus Djangkar Bumi jurusan Wonosari-Jogjakarta sudah mati pajaknya.Purwanto, salah seorang penumpang yang terlantar mengaku, kecewa karena perjalanan pulang terganggu. Namun, ia mengapresiasi langkah pemerintah dalam menjaga keselamatan penumpang. “Kalau bisa rutin dilaksanakan. Jangan hanya menjelang Lebaran saja,” harap Purwanto kemarin (21/7.
Kepala Dishubkominfo Gunungkidul Purnamajaya mengaku terpaksa melarang ke dua bus yang tengah mengangkut penumpang tersebut. Keputusan diambil dengan pertimbangan keselamatan. Atas masalah tersebut, ia meminta agar persyaratan berkendara diurus terlebih dahulu sebelum digunakan mengangkut penumpang.”Bagi para penumpang yang terlantar karena kendaran dihentikan, akhirnya diangkut menggunakan bus milik dinas. Para penumpang diantar sesuai tujuannya masing-masing,” paparnya.
Kasatlantas Polres Gunungkidul AKP M Faisal Pratama meminta seluruh pengusaha bus supaya melengkapi terlebih dahulu sebelum beroperasi. Contoh, ia menemukan tutup tangki bahan bakar tidak sesuai standar, karena diganti dengan botol bekas minuman. “Bannya juga ada yang gundul. Kami minta semua pengusaha angkutan mengganti dengan yang standar,” pintanya.Selain pemeriksaan kelaikan kendaraan, pengemudi dan kru bus juga diperiksa kesehatannya. Dengan begitu, kondisi kesehatan bisa diketahui dan tidak dalam keadaan terpengaruh miras atau narkoba.(gun/hes)

Kulonprogo