SAPTOSARI – Kedamaian warga Dondong, Jetis, Saptosari terusik. Kemarin (17/7), penduduk keluar rumah mendatangi kantor balai desa setempat. Mereka memaksa Sukamto mundur dari jabatan dukuh (kepala dusun) karena dinilai tidak bisa lagi menjadi panutan.Kejadian tersebut dipicu masalah perselingkuhan. Sukamto menjalin hubungan kasih dengan salah seorang warganya. Permasalahan tersebut sebenarnya kasus lama. Pada saat itu yang bersangkutan diminta membuat pernyataan tertulis untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut. Konsekuensinya, Sukamto juga dinonaktifkan dari jabatan dukuh.
Sejak saat itu hubungan warga dengan Sukamto renggang. Dia tidak lagi dilibatkan dalam urusan kemasyarakatan. Setiap ada hajatan warga dia tak diundang. Sebenarnya emosi masih bisa dikendalikan.Namun, luka lama kembali terbuka ketika warga mendengar informasi bahwa Sukamto ternyata masih menjabat dukuh. Pasalnya, Kades Jetis, Sunarso membuat surat edaran berkaitan kepengurusan administrasi kependudukan melampirkan pengantar Ketua RT, Ketua RW dan dukuh setempat. Dengan edaran tersebut warga menganggap jabatan Sukamto akan dikembalikan lagi.”Kami menuntut agar yang bersangkutan legowo, toh warga juga tidak lagi menghargainya,” kata salah seorang pendemo Simpen.
Warga lainnya, Sumrih juga menolak jabatan dukuh kembali dipegang Sukamto. Menurut Sumrih, yang bersangkutan selain terlibat kasus selingkuh juga terlibat kasus kekerasan terhadap pemuda. “Masyarakat minta dukuh mundur,” kata Sumrih saat menunggu perwakilan warga yang tengah melakukan mediasi dengan pemerintah desa.Aksi demonstrasi ini sempat memanas sebab mediasi yang digelar pihak desa di dalam ruang kades terlalu lama. Jalannya demo mendapatkan pengamanan dari polsek setempat serta personel TNI.
Setelah melalui mediasi Sukamto memilih mengundurkan diri. Dia semula menolak mundur dan ingin diberhentikan kades. Tetapi masyarakat mendesak dukuh untuk membuat surat penyataan mengundurkan diri. “Permintaan dari masyarakat sudah dipenuhi. Mulai hari ini (kemarin) saya menyatakan mengundurkan diri dari Dukuh Dondong,” kata Sukamto disambut tepukan warga.Dalam surat pernyataan yang dibacakan Kades Jetis Sunarso, dukuh Dondong Sukamto bersedia mundur atas desakan masyarakat Dondong. Usai dibuatkan surat pengunduran diri, kades segera membuatkan surat keputusan pemberhentian Dukuh Dondong dari jabatannya. (gun/iwa)

Kulonprogo