PURWOREJO – Permintaan dan ketersediaan beras di sejumlah pasar tradisional di Purworejo dalam kondisi stabil tanpa gejolak berarti. Kondisi itu diprediksi akan tetap bertahan hingga puncak lebaran. Berdasarkan pantauan, stok beras yang dijual di Terminal/Pasar Kongsi Purworejo aman. Kebanyakan pedagang menyediakan beras jenis IR 64 baik kualitas biasa atau super. Tidak banyak pedagang yang menempatkan jenis beras lainnya, dengan alasan rendahnya permintaan. “Kalau di sini yang ada hanya IR 64, kalau di atas itu biasanya sulit laku,” ujar Sumiyati, 58, salah seorang pedagang di Kongsi (7/7).
Sumiyati menjelaskan, beras jenis IR selama ini yang paling diminati masyarakat. lantaran harganya yang lebih murah. IR 64 biasa harganya antara Rp 7.000 hingga Rp 7.300 per kilogram, sedangkan IR 64 Super dari kisaran Rp 7.300 hingga Rp 7.500. Jika melihat ketersediaan barang dan lesunya permintaan, dia memperkirakan tidak ada peningkatan harga secara berarti lebaran tahun ini. Pemicunya, hampir sebagian besar petani di kawasan selatan Purworejo bersamaan panen raya. “Tampaknya tidak ada kenaikan drastis harga beras untuk lebaran tahun ini. Karena bertepatan dengan panen raya. Kalaupun naik, tidak akan tinggi,” jelasnya.
Pengalaman sebelumnya, kenaikan harga biasanya baru terlihat awal puasa dan jelang lebaran. Kalau pas puasa permintaan justru menurun. Beras yang biasanya harga naik tinggi yakni jenis beras ketan. Hal itu menyusul kebiasaan masyarakat yang biasa membuat kue lebaran berbahan dasar ketan. Sehingga permintaan naik dan harga terpicu naik pula. “Kalau beras ketan mungkin yang akan lebih tinggi naiknya. Tapi saya yakin tidak akan tinggi sekali, masih wajar,” ujarnya. Pedagang lain, Pawit, 63, mengungkapkan hal senada, untuk permintaan beras masih cukup stabil dan tidak ada lonjakan pembelian. “Harga naik itu biasanya jika permintaan meningkat dan stok menipis,” tandasnya. (tom/iwa)

Kulonprogo