WONOSARI – Empat hari lalu surat suara dari pusat sampai ke KPUD Gunungkidul. Dari sisi jumlah sebenarnya sudah cukup. Namun setelah disortir dan dilipat, ditemukan sejumlah surat suara dalam kondisi rusak.”Kami akan minta tambahan surat suara untuk mengganti kertas suara yang rusak,” kata Divisi Keuangan dan Logistik KPUD Gunungkidul Andang Nugroho di sela pengawasan pelipatan surat suara di halaman kantor KPUD setempat (24/6).Dia menjelaskan, surat suara yang diterima 609.541 lembar termasuk tambahan dua persen. Selain surat suara, juga ada kiriman daftar pasangan calon (DPC) sebanyak 1.898 lembar sesuai jumlah tempat pemungutan suara (TPS).
Namun tambahan dua persen surat suara tersebut akan didistribusikan ke tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di 18 wilayah kecamatan di Gunungkidul. “Jadi, kalau tidak dimintakan tambahan, nantinya plus dua persen di TPS tidak bisa terpenuhi,” terangnya.Ketua KPUD Gunungkidul M Zainuri Ikhsan mengatakan proses penyortiran dan pelipatan harus diperketat. Pihaknya mengaku tidak mau kecolongan lagi dalam urusan logistik. Upaya tersebut dilakukan demi meminimalisir kekisruhan seperti pada pemilihan legisaltif (pileg) lalu. “Petugas penyortir dan pelipat surat suara akan diseleksi,” kata Zainuri Iksan.
Dikatakan, guna kesuksesan pilpres, pihaknya sudah melakukan sosialisasi ke sejumlah lokasi. Belum lama ini sosialisasi menyasar pesisir pantai selatan. Masyarakat calon pemilih diberi penjelasan bagaimana mencoblos supaya tidak terjadi kesalahan.”Dalam pileg lalu, meski angkanya turun, jumlah suara tidak sah masih ada. Persoalan ini menjadi perhatian kami,” ujarnya.Seharusnya hak suara masyarakat yang sudah tersalurkan tidak sia-sia. Namun karena terjadi kesalahan, terlepas sengaja atau tidak, nyata-nyata dalam proses penghitungan surat suara ditemukan surat suara tidak sah.
“Tapi kami akui, jumlah suara pileg lalu lebih sedikit dibanding sebelumnya,” kata Zainuri. Dia tidak menerangkan letak kesalahan penyoblos sehingga surat suara dinyatakan tidak sah.Salah seorang saksi parpol dalam pileg lalu, warga Putat, Patuk, Sunaryo mengatakan surat suara menjadi tidak sah disebabkan berbagai hal. Temuan di TPS beragam. “Ada yang tidak dicoblos, ada juga dicoblos semua,” kata Sunaryo. (gun/iwa)

Kulonprogo