KULONPROGO – Proses penataan kawasan Sendangsono telah selesai. Ini ditandai peresmian oleh Gubernur DIJ Sri Sultan Hamengku Buwono X Senin (16/6). Hadir pada kesempatan tersebut, Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro dan Uskup Agung Semarang Mgr J. Pujasumarta.
Penataan kawasan Sendangsono merupakan tahap pertama, berbarengan dengan peringatan 110 tahun baptisan pertama, dan syukur atas 74 tahun Keuskupan Agung Semarang. Penataan meliputi rehab Gereja Promasan dan pembangunan tempat pemandian.
Penataan juga dalam meneruskan pelayanan Rm FGJvan Lith SJ dan memelihara sentuhan Rm Yb Mangunwijaya Pr yang diprakarsai keluarga Purnomo Yusgiantoro dengan para sahabat. Seperti Michael Sumarijanto, Alex S. Wiyoyo, Evy Tjahyono, dan YB Haryono. Pada kesempatan tersebut, juga dilakukan penadatanganan Memorandum of Understanding (MoU) terkait situs wisata rohani Sendangsono Jogjakarta oleh Institut Komunitas Universal sebagai yayasan pemrakarsa penataan dan revitalisasi kawasan situs Wisata Sendangsono (Tidar Heritage Foundation). Isinya akan bekerja sama mengembangkan dan mempromosikan Sendangsono sebagai daerah wisata spiritual yang diakui dunia sebagai waisan budaya dunia. Juga mengembangkan Sendangsono dan sekitarnya menjadi daerah pendukung wisata yang bertaraf internasional.
Sri Sultan mengapresiasi selesainya penataan kawasan Sendangsono termasuk renovasi Gereja Promasan dan pembangunan tempat pemandian. “Sendangsono merupakan salah satu destinasi wisata religi di DIJ,” papar Sultan. Menurut Sultan, warga bisa hidup bersama. Penganut agama Katholik tidak dibenarkan menganggap agama lain lebih rendah. Dalam penghormatan pada agama lain dan terlihat di Sendangsono. “Simbol-simbol kerukunan umat beragama sangat terlihat di sini,” imbuhnya.
Mikel Sumaryanto menjelaskan, Sendangsono penuh sejarah. Masyarakat setempat juga peka pada lingkungan dan perlu dilestarikan. Menurutnya, pemugaran Gereja Promasan juga penting, tidak merubah arsiteknya karena jadi warisan budaya yang dilindungi secara hukum. “Penataan Sendangsono diharapkan jadi Lurdesnya Indonesia. Ked epan, banyak wisatawan yang datang ke Sendangsono, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Ini akan memberi dampak ke Sendangsono dan masyarakat setempat,” katanya. Di Sendangsono juga dibangun homestay yang menyuguhkan suasana alam Indonesia yang natural dan asri.(tom/hes)

Kulonprogo