Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Makanan Khas Imlek Sarat Makna, Simbol Harapan dan Kemakmuran di Tahun Baru

Bahana. • Minggu, 8 Februari 2026 | 13:51 WIB

kue keranjang
kue keranjang
Perayaan Tahun Baru Imlek tidak hanya identik dengan lampion merah, meriahnya atraksi barongsai, dan angpao, tetapi juga ragam hidangan khas yang menjadi pelengkap yang sarat makna.

Setiap makanan yang tersaji di meja makan memiliki simbol filosofi, mulai dari harapan akan rezeki berlimpah, kesehatan, hingga keharmonisan keluarga

Ingin tahu apa saja makanan khas imlek dan maknanya lebih dalam? Yuk, simak artikel ini hingga selesai, ya!

Makanan Khas Imlek dan Maknanya

1. Kue Bulan

Kue bulan, merupakan kue tradisional Tionghoa yang biasanya disajikan saat Festival Pertengahan Musim Gugur, yang jatuh pada hari ke-15 bulan kedelapan dalam kalender lunar. Di Indonesia, kue bulan tak pernah absen dalam perayaan Imlek, bentuknya yang bulat melambangkan kesempurnaan, keutuhan, serta keharmonisan keluarga dan persatuan masyarakat.

2. Kue Keranjang

Nian gao, atau biasa kita sebut kue keranjang. Kue berwarna cokelat ini juga sering disebut dodol khas Cina atau Tiongkok, merupakan makanan khas Imlek yang identik dengan makna hubungan kekeluargaan yang tidak terpisahkan. Susunan bertingkat kue keranjang melambangkan harapan akan rezeki dan kemakmuran yang terus meningkat.

3. Buah jeruk

Buah jeruk ini melambangkan rezeki yang melimpah. Warna oranye cerah dan bentuk bulatnya dipercaya sebagai simbol kemakmuran dan kekayaan. Dalam tahun baru Imlek buah jeruk selalu hadir di meja makan saat perayaan dan serta disajikan dengan batang dan daun yang masih lengkap.

4. Kue Ku

Jajanan khas Imlek di Indonesia yang terbuat dari tepung ketan, tepung kentang, gula, dan santan yang di bentuk yang menyerupai kura-kura dan biasanya berwarna merah mencolok tidak ketinggalan di meja makan saat perayaan Imlek.

Warna merah yang mencolok pada kue ku tentunya sangat menggugah selera, kue ku sendiri memiliki makna simbolis, yaitu panjang umur, karena kura-kura dikenal sebagai hewan yang dapat hidup hingga ratusan tahun.

5. Kue Mochi

Meskipun asalnya dari Jepang, kue mochi juga merupakan makanan yang sering ada dalam perayaan Imlek. Kue manis berisi kacang ini tidak hanya enak, tetapi juga memiliki makna kebersamaan dalam keluarga yang berkumpul di awal tahun baru.

6. Jiaozi

Jiaozi merupakan makanan khas China biasanya disantap saat peryaanTahun Baru Imlek. Di Indonesia jiaozi juga dikenal dengan nama kuo tie.

Makanan ini biasa ditemukan pada sajian Dimsum. Makanan ini dipercaya sebagai simbol kemakmuran dan kesejahteraan karena bentuknya yang menyerupai bentuk uang kuno dari daratan China.

7. Yusheng

Merupakan makanan yang wajib hadir untuk melakukan tradisi Yusheng, berisi irisan ikan salmon, wortel, saus wijen, buah plum, dan sebagainya. Makanan khas Imlek ini wajib dihadirkan dan disantap dengan iringan doa syukur atas rezeki yang telah diberikan.

Doa pengiring makanan ini bertujuan agar keluarga yang menyantap Yu Sheng mendapat rezeki yang lebih baik di tahun yang baru.

8. Lapis Legit

Lapis legit juga merupakan makanan khas Imlek yang sering dijumpai saat perayaan Imlek, dimaknai secara khusus, yaitu agar di tahun baru bisa memberikan rezeki yang berlipat-lipat. Seperti kue yang berlapis-lapis rejeki yang berlapis-lapis yang bisa membawa keberuntungan bagi keluarga yang menyajikannya.

9. Siu Mie

Siu mie dalam perayaan Tahun Baru Imlek sudah wajib hukumnya, memiliki makna panjang umur, kebahagiaan, serta rezeki yang berlimpah. Agar harapan ini bisa terwujud, banyak yang percaya bahwa mie panjang ini harus disantap secara utuh hingga bagian paling ujung dari mie ini.

Editor : Bahana.
#makanan khas imlek