Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sate Kere: Kuliner ‘Wong Cilik’ yang Kini Dicintai Semua Kalangan

Magang Radar Jogja • Selasa, 18 November 2025 | 18:21 WIB

Sate Kere Pasar Beringharjo
Sate Kere Pasar Beringharjo
Di antara beragam kuliner yang selalu hidup di sudut-sudut Yogyakarta, ada satu hidangan sederhana yang masih memikat banyak penikmat makanan tradisional, Sate Kere.

Meski lebih dikenal sebagai kuliner khas Solo, Sate Kere ternyata juga memiliki ruang istimewa di dunia kuliner Jogja.

Di Solo, Sate Kere terbuat dari tempe gambus (tempe gembus), sedangkan di Jogja, Sate Kere terbuat dari Lemak Sapi ataupun jeroan sapi.

Persamaan dari kedua sate ini adalah bahan yang digunakan adalah bahan yang kurang bernilai.

Dengan cita rasa yang khas dan akar sejarah yang dalam, sate ini menjadi pilihan favorit bagi mereka yang mencari hidangan lezat sekaligus ramah di kantong.

Sate Kere berangkat dari kreatifitas masyarakat pada masa lampau yang kesusahan dalam memenuhi kebutuhan pangan.

Ketika daging sapi menjadi komoditas mahal, masyarakat kecil di Yogyakarta memanfaatkan lemak atau ‘gajih’, yang pada saat itu tidak menjadi komoditas, pada saat itu bagian dari sapi yang digunakan hanyalah dagingnya saja, sehingga masyarakat kecil berkreasi dari bahan yang tidak digunakan.

Meskipun berangkat dari keterbatasan, hidangan ini justru menjadi bukti kecerdikan masyarakat jawa dalam mengolah bahan-bahan sederhana menjadi makanan yang lezat.

Sate Kere bukan hanya soal rasa, ia juga menyimpan nilai kebudayaan yang kuat. Hidangan ini menjadi simbol kesederhanaan, kebersamaan, dan kreatifitas masyarakat Jawa.

Dari bahan yang dipandang sebelah mata, lahirlah sebuah kuliner yang mampu bertahan lintas generasi.

Kini, Sate Kere menjadi buruan kuliner di Yogyakarta. Salah satu tempat terbaik untuk mencoba Sate Kere adalah, Sate Kere Beringharjo.

Dilansir dari visitingjogja, Sate Kere Beringharjo merupakan salah satu kuliner yang banyak digemari baik oleh warga Yogyakarta maupun para wisatawan.

Kuliner ini mendapatkan namanya karena dijual di kawasan Pasar Beringharjo, salah satu pasar yang terletak di pusat kota Jogja.

Sebagai bagian dari pilar Catur Tunggal bersama Keraton dan Alun-alun.

Pasar ini hampir tak pernah sepi, sehingga popularitas Sate Kere yang dijual di sekitar Pasar semakin meluas.

Para penjual memanggang sate di atas bara api, menghasilkan asap tipis dengan aroma khas yang menggugah selera.

Setiap pedagang biasanya memiliki ciri khas dan kreativitas tersendiri, sehingga variasi menu pun semakin beragam.

Selain Sate Kere versi original, tersedia pula pilihan bumbu berbeda, seperti bumbu kacang atau bumbu kecap yang tak kalah nikmat.

Bagi Anda yang kurang menyukai jeroan atau lemak, banyak penjual yang menyediakan pilihan Sate Kere berbahan daging sapi sehingga tetap bisa dinikmati semua kalangan.

Harga per tusuknya pun cukup terjangkau, berkisar antara Rp3.000 hingga Rp5.000, dengan ukuran sate yang relatif besar.

Sate Kere bukan hanya sekedar pilihan kuliner kaki lima, tetapi juga bagian dari denyut kehidupan Kota Yogyakarta.

Aroma panggangnya, ragam bumbu, hingga suasana pasar yang selalu hidup menjadikan pengalaman menyantap sate ini terasa lebih istimewa.

Penulis: Alif Rizki Wahyu N K
Sumber: Berbagai Sumber

Editor : Bahana.
#kuliner Jogja #Yogyakarta #Sate kere Beringharjo #Sate Kere