Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Menyelami Kelezatan dan Tradisi Sego Wiwit di Yogyakarta: Kuliner Tradisional Simbol Perayaan Hasil Panen

Winda Atika Ira Puspita • Selasa, 16 Juli 2024 | 20:32 WIB
Sego Wiwit pelengkap tradisi syukuran para petani.
Sego Wiwit pelengkap tradisi syukuran para petani.

RADAR JOGJA - Sego Wiwit, meskipun belum begitu dikenal oleh banyak orang, memiliki makna dan nilai tersendiri bagi masyarakat Jawa Tengah, terutama di Klaten.

Sebagai kuliner tradisional yang mengakar kuat dalam budaya lokal, Sego Wiwit bukan hanya makanan harian, tetapi juga warisan kuliner yang menjaga kelestarian cita rasa dan tradisi sejak zaman dahulu.

Sego Wiwit berasal dari dua kata dalam bahasa Jawa, yaitu "Sego" yang berarti nasi dan "wiwit" yang berarti permulaan.

Makanan ini merupakan tradisi para petani sebagai tanda syukur kepada Dewi Sri, pelindung tanaman padi, dengan harapan panen yang melimpah, bebas dari hama, dan tanah yang subur.

Dalam tradisi Jawa, "wiwit" merujuk pada awal dari sebuah kegiatan, seperti memulai panen atau persiapan sebelum musim tanam.

Upacara ini menjadi simbol perayaan hasil panen yang melimpah atau persiapan untuk musim tanam yang akan datang.

Pada zamannya, Sego Wiwit adalah makanan istimewa yang hanya tersedia saat musim panen padi, menunjukkan betapa dalamnya hubungan budaya Jawa dengan siklus alam dan kearifan lokal.

Isian Sego Wiwit

Sego Wiwit terdiri dari nasi uduk, urap sayur, ayam panggang, telur rebus, ikan asin, dan sambel gepeng.

Ayam panggang disiapkan dengan bumbu sederhana seperti garam, ketumbar, dan bawang putih, dipanggang hingga gosong dan beraroma harum.

Sambel gepeng, terbuat dari kacang kedelai atau kacang tholo, menambahkan cita rasa pedas dan kaya protein.

Tradisionalnya, Sego Wiwit disajikan di atas tampah berlapis daun pisang, dinikmati bersama setelah ritual Wiwitan.

Kini, Sego Wiwit telah dimodifikasi menjadi sajian kekinian yang menarik di banyak tempat kuliner, tersedia dalam versi mini maupun besar, tetapi tetap mempertahankan cita rasa dan tradisi khasnya.

Rumah Makan yang Menjual Sego Wiwit

1. Lesehan Sego Wiwit di Jalan Opak Raya, Krajan, Tirtomartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta, sekitar 13 kilometer (km) dari Tugu Yogyakarta. Menyediakan porsi mini Sego Wiwit dengan harga Rp 8.000-Rp 16.000.

2. Warung Podjok Sego Wiwit di Bromonilan, Purwomartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta, sekitar 13,9 km dari Tugu Yogyakarta. Menawarkan Sego Wiwit dengan harga Rp 6.000 per porsi.

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Warisan Kuliner #budaya lokal #kelestarian #makanan harian #musim tanam #Yogyakarta #cita rasa #zaman dahulu #klaten jawa tengah #perayaan hasil panen #kuliner tradisional #tradisi #sego wiwit #jawa #upacara #Jogja #Musim Panen Padi