RADAR JOGJA- Berwisata ke Jogjakarta  tak lengkap rasanya jika tidak berburu kuliner. Pasalnya, Kota Pelajar terkenal memiliki banyak tempat makan yang menawarkan aneka hidangan khas lezat menggoyang lidah.

Omah Dhuwur yang terletak di Mondorakan, Kotagede, Kota Jogja. Sesuai namanya Omah Dhuwur yang berarti ‘Rumah Atas’, restoran ini dibangun di atas ketinggian.

Omah Dhuwur resto tempat kuliner yang menghadirkan nuansa kampung kotagede lengkap dengan bangunan yang memiliki nilai sejarah. Suasana rumah Kalang atau rumah tradisional. Bangunan joglo dilengkapi gazebodengan sentuhan arsitektur jawa menjadi destinasi favorit terutama saat ngabuburit.

Kampung perak Kotagede yang dulu dikenal sebagai pusat pemerintahan mataram islam ternyata memiliki kuliner tradisional yang masih dilestarikan dan banyak diburu kaum millenial.

Salah satu menu khasnya yakni carang gesing, yang dibuat dari bahan pisang dilengkapi ice cream. Menu khas ini menjadi pilihan warga maupun wisatawan terutama kaum milenial yang berkunjung ke Jogjakarta terutama saat berbuka puasa.

Kuliner lain yang selalu menjadi daya tarik kuliner tersendiri yakni grontol ayam dengan resep tradisional kotagede menjadi menu berbuka puasa yang terasa nikmat.

Grontol atau biji jagung yang sudah dibumbui kemudian akan dimasak bersama ayam kampung. Penyajiannya juga menggunakan daun pisang agar rasanya makin mantap.

Pengunjung juga disajikan minuman tradisional java puch yakni perpaduan kunir asam yang sangat segar ataupun minuman segar buah yang menyehatkan,.

menjadi pilihan yang menyegarkan sekaligus menyehatkan. Java Punch dibuat dari aneka empon-empon, seperti jahe, kunir, asem, dan jeruk nipis.Walaupun minuman tradisional, rasanya Java Punch cocok dinikmati oleh milenial.

Pemilik Omah Dhuwur, Mela Maulani menjelaskan, Grontol Ayam menjadi salah satu menu andalan di Omah Dhuwur. “Menu ini bisa menjadi pilihan bagi mereka yang tidak makan nasi,” ujarnya, Minggu (25/4).

Mela menambahkan, Ayam Grontol dibuat dari ayam yang telah diungkep kemudian dimasak bersama jagung manis dan bumbu-bumbu dapur, seperti bawang merah, bawang putih, kunir, kemiri kemangi, tomat, dan garam.

Penyajiannya pun cukup unik. Ayam Grontol dan nasi putih masing-masing disajikan dalam balutan daun pisang. Selain itu, ada pula lalapan dan acar sebagai pelengkap.Untuk pencuci mulut, Omah Dhuwur memiliki makanan Carang Gesing.

Makanan ini dibuat dari beberapa bahan, seperti pisang kepok kuning, kuning telur, gula pasir, santan, susu, vanili, es crim, dan stroberi. “Carang Gesing di sini kita modifikasi dengan krim.  Jadi lebih kental,” jelasnya.

Satu porsi Grontol Ayam dan Carang Gesing, masing-masing dibanderol dengan harga Rp40 ribu dan Rp20 ribu. Sementara itu, minuman Java Punch dibanderol dengan harga Rp25 ribu. (sky)

Kuliner