RADAR JOGJA – Tim gabungan Polresta Jogja dan Polda DIJ berhasil mengamankan 15 pelaku pengeroyokan Bumijo, Jetis, Kota Jogja. Detilnya sebanyak 6 tersangka berusia dewasa, sementara sisanya 9 tersangka berusia anak-anak. Perannya mulai dari melempar batu, melakukan penganiayaan hingga sebagai joki motor.

Keenam tersangka usia dewasa diantaranya, RK, 18, DK, 19, SD, 19, FR, 18, IS, 20 dan AND, 18. Adapun kesembilan pelaku anak adalah BR, 15, BS, 16, AR, 17, RC, 17, RV, 17. Lalu SF, 16, FQ, 16, ZD, 15 dan RF, 17. Seluruhnya ditangkap terpisah pasca penganiayaan yang terjadi Jumat subuh (24/3).

“Akibat penganiayaan ini korban atas nama inisial N usia 15 tahun mengalami luka kepala. Sempat dirawat di RSUP Sardjito tapi kondisinya sudah membaik saat ini,” jelas Kapolda DIJ Irjen Pol Suwondo Nainggolan ditemui di Mapolresta Jogja, Minggu malam (26/4).

LESU : Enam tersangka usia dewasa kasus penganiayaan Bumijo, Jetis, Kota Jogja saat rilis kasus di Mapolresta Jogja, Minggu malam (26/3). (DWI AGUS/RADAR JOGJA)

Suwondo menjelaskan kronologi penganiayaan berkelompok ini. Berawal dari kelompok korban sebanyak 10 orang anak dengan menaiki 4 kendaraan bermotor roda dua berkeliling Kota Jogja. Niat awal melakukan perang sarung dengan kelompok tertentu di daerah Demak Ijo.

Kelompok korban mengambil rute Nitikan – Lowanu – Jalan Ireda – Jogjatronik – Alun-alun Utara – Ngabean – Pasar Serangan – Jalan Amri Yahya – Jalan HOS. Cokroaminoto. Setibanya di Jalan HOS Cokroaminoto rombongan korban bertemu rombongan lain dan saling mengumpat.

“Dua sepeda motor yang diumpat tersebut kemudian putar balik dan mengejar rombongan korban ke utara atau arah simpang tiga Jati Kencana,” katanya.

Sesampainya di Pom Bensin Jati Kencana, dari dalam Pom Bensin datang lebih kurang 7 (tujuh) sepeda motor yang ikut mengejar rombongan korban. Rombongan korban dikejar kearah barat Jl. Godean – Demak Ijo – belok kiri Ringroad Barat – Simpang empat Pelem Gurih – belok kiri ke Jl. Wates.

Sesampainya di Jalan Wates wilayah Kalibayem rombongan korban bertemu lima kendaraan bermotor roda dua lainnya. Sehingga rombongan korban dikejar sekitar 14 kendaraan bermotor roda dua.

Rombongan korban, lanjutnya, lalu menuju simpang empat Wirobrajan lanjut belok kiri Jalan HOS Cokroaminoto menuju simpang tiga Jati Kencana. Selanjutnya belok kanan ke Jalan Kyai Mojo, belok kanan simpang tiga At Takrib dan belok kiri ke arah Samsat Polda DIJ.

“Rombongan korban memutar balik di sebelah barat samsat namun sudah ada rombongan pelaku yang menunggu. Kemudian korban N dilempar menggunakan batu yang mengenai bagian tubuh sehingga korban oleng dan Jatuh di TKP,” ujarnya.

Setelah korban terjatuh kemudian rombongan tersangka secara bersama-sama melakukan penganiayaan. Mulai dari memukul, menyabet dengan sarung, menyabet dengan sabuk, hingga menendang dan menginjak badan korban.

“Dari hasil penyidikan sementara motifnya karena saling ketersinggungan saat saling tatap mata dan saling mengumpat di jalan,” katanya.

Pasca laporan polisi, timnya bergerak melacak keberadaan para tersangka. Mayoritas diamankan di kediamannya masing-masing. Hingga akhirnya total 15 orang ditetapkan sebagai tersangka.

Kesembilan tersangka anak berkonfrontasi dengan hukum (ABH), lanjut Suwondo, masih berstatus pelajar. Sementara enam tersangka dewasa memiliki beragam profesi. Mulai dari mahasiswa hingga karyawan.

“Untuk keenam orang tersangka dewasa telah ditahan di rutan Mapolresta Jogja sementara untuk kesembilan anak berkonfrontasi dengan hukum dititipkan di BPRSR Sleman,” tegasnya.

Kelimabelas tersangka dijerat dengan Pasal 170 KUHP. Ancaman hukuman maksimal berupa penjara selama 12 tahun. (Dwi)

Hukum Kriminal