RADAR JOGJA – Seorang pemuda bernama Triyanto, warga Kalurahan Sriharjo, Imogiri, Bantul harus berurusan Polisi. Pria berusia 28 tahun ini menggasak sebuah jam tangan berharga puluhan juta milik tetangganya sendiri. Tak hanya itu, adapula sejumlah yang tunai yang dicuri.

Kapolsek Imogiri Kompol Suharno menuturkan pencurian terjadi Kamis (5/1), tepatnya 02.00 WIB. Sasarannya adalah sang tetangga yang bernama Edi Mahmud, 25. Lokasinya di Padukuhan Termalang-Karangkajek, Karang Tengah, Imogiri, Bantul. 

“Tersangka mencongkel jendela lalu beraksi saat pemilik rumah tidur. Korban lalu melaporkan kejadian tersebut kepada petugas Polsek Imogiri pada hari Jumat (6/1) sekitar pukul 11.00,” jelas Suharno saat rilis kasus di Mapolsek Imogiri, Rabu (25/1).

Dari hasil penyidikan, motif pencurian untuk kebutuhan pribadi tersangka. Salah satunya untuk berfoya-foya di tempat karaoke. Berdasarkan catatan kriminalitas, tersangka juga tercatat sebagai residivis.

Saat beraksi, Triyanto menggasak uang tunai Rp 5 Juta, empat lembar mata uang Korea dan sebuah jam IWC Schaffhausen warna coklat seharga Rp 60 juta. Dari total tersebut, uang tunai digunkan untuk foya-foya dan tersisa Rp 1,2 Juta. 

“Untuk jam tangan dijual kepada seorang temannya di wilayah Jawa Timur dengan harga Rp. 8 juta,” katanya. 

Pasca pelaporan, timnya bergerak cepat melacak keberadaan tersangka. Diawali dengan olah tempat kejadian perkara (TKP). Proses ini berhasil mendapatkan sidik jari yang kemudian mengarah kepada identitas tersangka.

Dari proses inipula diketahui bahwa Triyanto adalah seorang residivis. Setelahnya tim memburu keberadaan tersangka. Tak berselang lama berhasil berhasil membekuk Triyanto di sebuah terminal di wilayah Trenggalek, Jawa Timur.

“Untuk tersangka kami beratkan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, ancaman penjaranya sembilan tahun,” tegas Suharno.

Sementara itu, Triyanto mengakui telah melakukan tindak pencurian tersebut. Untuk barang bukti jam tangan dijual melalui media sosial. Hingga akhirnya terjual dengan harga Rp 8 Juta. 

“Uangnya saya gunakan untuk foya-foya (karaoke), ” terang Triyanto. (inu/dwi)

Hukum Kriminal