RADAR JOGJA – Tersangka pembuang bayi perempuan di tempat sampah kawasan Dusun Tanjung, Bangunharjo, Sewon, Bantul berhasil ditangkap, Senin malam (16/1). Sosok ini adalah perempuan berinisial WLR asal Bima Nusa Tenggara Barat (NTB). Ditangkap setelah sempat bersembunyi di sebuah kos daerah Kabupaten Sleman.

Kejadian pembuangan terjadi Rabu pagi (28/12) sekitar 08.30 WIB. Berawal dari seorang warga yang menemukan bayi di tempat sampah. Saat diperiksa, bayi berjenis kelamin perempuan tersebut sudah tak bernyawa.

“Tidak tega, mau bagaimana lagi, masih kuliah, malu takut. Ayahnya di NTB, pacar tahu hamil lalu blokir (nomer ponsel WLR). Melahirkan sendiri, prosesnya sakit tapi mau gimana lagi, mau kasih tahu temen juga malu sedih,” cerita WLR ditemui saat rilis kasus di Lobi Mapolres Bantul, Rabu (18/1).

Kapolsek Sewon Suyanto menuturkan penemuan jenazah bayi berawal dari warga yang mengais sampah. Terbungkus dalam plastik berwarna hitam. Begitu dibuka, didalamnya terdapat bayi perempuan yang sudah tak bernafas.

“Kami buat laporan polisi model A lalu lanjut proses penyidikan. Hasilnya berhasil mengamankan tersangkanya yaitu saudari inisial WLR di kos komunitasnya di Sleman. Statusnya pelajar atau mahasiswi,” jelasnya. 

Proses penyidikan diawali dengan oleh tempat kejadian perkara (TKP). Setelah itu, timnya bersama penyidik Polres Bantul dan Polda DIJ berusaha melacak terduga tersangka. Diawali dengan melacak catatan ibu hamil di pusat layanan kesehatan di sekitar kawasan tersebut.

“Kita cari di lingkungan sekitar cari di tempat-tempat persalinan di tempat tidak ada yang melakukan persalinan. Kemudian kita kembangkan di kos-kosan dan ada petunjuk mengarah ke tersangka,” katanya.

Suyanto juga menjelaskan detil tersangka membuang bayinya. Berawal dari melahirkan secara mandiri di kamar mandi kosnya. Setelahnya WLR mengambil gunting untuk memutuskan plasenta bayi.

Suyanto menuturkan WLR bercerita bayinya sempat menangis. Tak berselang lama setelah plasenta digunting, bayi perempuan itu lalu terdiam. Setelahnya, WLR membungkus bayinya dengan kain dan plastik dan membuangnya ke tempat sampah di Dusun Tanjung, Bangunharjo, Sewon. 

“Setelah membuang sempat kembali (ke kos) sempat kembali kemudian dia sempat istirahat sebentar kemudian apa namanya ada ke Malioboro dan untuk selanjutnya di Sleman,” ujarnya.

Terkait penggunaan obat peluruh, Suyanto menuturkan masih dalam penyidikan. Hanya saja WLR mengaku melahirkan secara alami dan mandiri. Walau begitu pihaknya memastikan masih akan mendalami keterangan tersebut.

“Keterangan awal disampaikan bahwa ini dilakukan sendiri di kamar mandi di luar kosan, karena ini dilakukan hubungan di luar pernikahan sehingga tentunya merasa malu takut sama keluarganya maupun teman-temannya,” katanya.

Atas aksinya ini, WLR terancam dengan pasal berlapis. Tepatnya Pasal 306 ayat (2) KUHP juncto Pasal 305 dan atau Pasal 308 KUHP yaitu Menempatkan Anak yang Umurnya Belum 7 tahun kemudian Meninggalkan Anak itu dengan Maksud untuk Melepaskan dari Badannya yang Mengakibatkan Kematian. 

“Ancaman hukuman adalah 9 tahun,” tegasnya. (Dwi)

Hukum Kriminal