RADAR JOGJA – Ditreskrimum Polda DIJ berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan dengan sasaran ATM BPD DIJ. Modusnya dengan membobol ATM yang ada di Jogjakarta. Tercatat telah beraksi di 15 titik ATM di Kota Jogja dan 2 titik ATM di wilayah Kulonprogo. Seluruhnya beraksi dalam sehari tepatnya 30 Juli 2022.

Wadirreskrimum Polda DIJ AKBP Tri Panungko mengatakan para pelaku beraksi dengan modus baru. Berbekal kartu ATM yang berisi saldo dan sebuah tongkat narsis (tongsis) yang telah dimodifikasi. Berupa penyematan penjepit pada bagian ujungnya.

“Penjepit tersebut berfungsi untuk menjepit uang yang masih berada di dalam mesin ATM. Dari kejahatan ini, para pelaku berhasil menggasak Rp. 43,8 Juta,” jelasnya dalam rilis kasus di lobi Mapolda DIJ, Kamis (4/8).

Dia menjelaskan detil aksi para pelaku. Berawal dengan aktivitas layaknya menarik uang tunai di ATM. Setelahnya menginput nominal maksimal sekitar Rp 1,5 juta. Pelaku langsung mengganjal lubang uang saat mesin ATM sedang berproses.

Sesaat setelahnya pelaku memasukan tongsis yang telah dimodifikasi. Fungsinya untuk menjepit uang dalam mesin ATM. Aksi ini berlangsung dengan cepat saat kondisi sepi.

“Saat terbuka, pelaku dengan cekatan memasukkan alat obeng untuk mengganjal lubang keluarnya uang tersebut. Lalu pakai tongsis untuk mengambil uang. Itu dalam layar monitornya transaksi nanti akan tertulis gagal. Otomatis saldo pelaku tidak berkurang,” katanya.

Total ada sebanyak 4 pelaku yang diamankan. Diantaranya DH dan TH warga Bogor. Adapula DF warga Bandung dan WS warga Lampung. Seluruhnya diketahui memiliki peran masing-masing.

Tersangka TH dan WS sebagai eksekutor. Pelaku DF bertugas sebagai pengawas di luar lokasi ATM. Sementara pelaku DH berperan sebagai driver dan penyewa mobil sebagai alat transportasi.

“Pada satu mesin ATM, pelaku bisa membawa kabur uang rata-rata sebanyak Rp 3 juta dengan hanya memakan waktu sekitar 5 hingga 10 menit. Bahkan pada 15 titik ATM di Kota Jogja, para pelaku hanya membutuhkan waktu selama 6 jam dimulai pada pukul 9 malam hingga 6 pagi,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan para pelaku, kini uang tersebut telah habis. Digunakan untuk membayar sewa rental mobil dan untuk berfoya-foya. Akhirnya, para pelaku berhasil ditangkap di wilayah Bandung pada Senin (1/8).

“Pencurian dengan pemberatan sebagaimana dimaksud dalam pasal 363 KUHP tentang pencurian dan pemberatan dengan hukuman maksimal 7 tahun penjara,” katanya.

Direktur Utama Bank BPD DIJ Santoso Rohmad mengapresiasi upaya pengungkapan kasus oleh Polda DIJ. Terlebih pelaku ditangkap tak lebih dari dua hari usai kejadian.

“Kebetulan pada saat kejadian itu di pusat kontrol kami juga ada persoalan di ATM tertentu. Sehingga kami lakukan cek secara fisik. Saat itulah ketahuan, sehingga kami laporkan ke polisi,” ujarnya.

Santoso memastikan sistem keamanan mesin ATM Bank BPD DIJ telah memenuhi standar. Hanya saja, kasus pembobolan ATM ini dinilai menggunakan modus yang baru.

“Kami terus senantiasa meningkatkan sistem keamanan internal kami, baik itu keamanan secara sistem maupun fisik di seluruh mesin ATM kami yang tersebar di DIJ. Tidak perlu ada keraguan lagi berkaitan dengan kemanan di ATM. Kejadian ini relatif baru modusnya, perlu diwaspadai industri perbankan,” katanya. (isa/dwi)

Hukum Kriminal