RADAR JOGJA – Berjanji memberikan uang, KM, 68, tega mencabuli dua bocah yang masih tetangganya. Keduanya adalah OF, 10 dan CA, 7, warga Bumijo, Jetis, Kota Jogja. Aksi ini berlangsung di kediaman tersangka saat kondisi rumah sepi, Kamis (1/6).

Kanit PPA Satreskrim Polresta Jogja Ipda Apri Sawitri menuturkan kejadian berlangsung pada siang hari tepatnya 13.00 WIB. Saat itu kedua korban tengah melintas di depan rumah tersangka. KM langsung menawari uang, namun ditolak oleh kedua korban.

“Lalu saat pulang ditawari lagi dan akhirnya korban mau. Lalu korban diminta masuk rumah, lalu masuk ke kamar tersangka di lantai 2. Antara korban dan tersangka ini memang saling kenal,” jelasnya ditemui di ruang Satreskrim, Polresta Jogja, Senin (27/6).

Saat berada di kamar, tersangka menyuruh kedua korban memegang alat kelamin tersangka. Guna memuluskan aksinya ini, KM kembali mengiming-imingi kedua korban dengan uang.

Berdasarkan keterangan korban, tersangka meminta kedua bocah menggerakkan tangan sesuai arahan. KM memerintahkan aksi tak senonoh ini secara bergantian.

“Suruh duduk di tempat tidur, tersangka berbaring dan lepas celana, lalu menyuruh korban OF dan CA untuk megang alat kelamin dan digerakan sesuai keinginan tersangka,” katanya.

Usai melancarkan aksinya, KM lalu meminta kedua korban untuk pulang. Apri menuturkan uang yang dijanjikan oleh tersangka tidak diberikan. Alhasil kedua korban pulang ke rumah dalam kondisi menangis.

“Korban menanyakan mana uangnya, lalu dijawab tidak jadi beri uang. Kedua korban pulang dalam kondisi menangis. Lalu orangtua tanya kenapa menangis lalu cerita mau dikasih uang dengan syarat pegang alat kelamin tapi setelah dipegang tak jadi dikasih uang,” ujarnya.

Usai menerima laporan, Satreskrim Polresta Jogja bergerak cepat. Tersangka KM berhasil ditangkap 15 Juni 2022. Untuk saat ini KM telah ditahan di Mapolresta Jogja atas proses penyidikan kasus.

Kepada penyidik, KM mengaku tidak mencabuli uang. Kakek berusia 68 tahun ini berdalih hanya memberi uang. Namun saat itu permintaan korban tak dituruti.

“Tersangka tidak mau mengakui perbuatannya. Tapi dari keterangan anak dan bukti sudah jelas. Anak hafal letak jam didalam kamar dan lainnya,” katanya.

Atas aksinya ini tersangka dijerat Pasal 82 Ayat (1) Undang-undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 01 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Dipidana dengan pidana paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan dengan denda paling banyak Rp. 5 Miliar,” tegasnya.

Tersangka KM mengaku tak melakoni tindakan bejat tersebut. Kakek usia 68 tahun ini mengaku baru pulang kerja. Saat diperjalanan menuju rumah bertemu dengan korban.

“Saya enggak maksa, saya baru pulang kerja. Yang pertama (korban) minta (uang), saya kasih Rp. 5 ribu. Itu diluar bukan didalam (rumah),” ujarnya. (Dwi)

Hukum Kriminal