RADAR JOGJA – Berawal dari curhat, Bintang Aditya Anggoro Jati malah dianiaya oleh keempat temannya. Kejadian ini berlangsung di kediamannya di Keparakan Kidul, Mergangsan, Kota Jogja, 23 April 2022. Akibatnya pemuda berusia 24 tahun ini mengalami luka di sejumlah tubuhnya.

Keempat tersangka adalah Stefanus Lingga Edo Santoso (SLES), 28, Yanuar Fajar Wicaksono (YFW), 25, Arfian Wendy Tarigan Silangit (AWTS), 25 dan Anggi Cantya Putri Santoso (ACPS), 26. Pemicunya adalah saat curhatan istri korban, Maria Benda Agdania, tentang suaminya beredar di WhatsApp group. Awalnya Maria sempat curhat kepada tersangka Anggi tentang kondisi rumah tangganya.

“Ini teman dekat, dia curhat bahwa suaminya tidak pernah pulang. Sebelum lebaran 15 hari tidak pulang. Lalu ACPS menegur korban agar tak diulangi lagi meninggalkan istri,” jelas Kapolsek Mergangsan Kompol Rachmadiwanto saat rilis kasus di Mapolsek Mergangsan, Senin (9/5).

Tak berhenti disini, curhatan justru beredar hingga WhatsApp group. Inilah yang membuat korban Bintang tak terima. Sehingga mendatangi Polsek Mergangsan untuk melaporkan kejadian tersebut. Keempat tersangka sempat ikut saat sebelum terjadi penganiayaan.

Rachmadiwanto menuturkan petugas SPKT menyarankan agar penyelesaian secara kekeluargaan. Ini karena tersebarnya curhatan di WhatsApp group belum terjadi tindak pidana. Sehingga langsung didamaikan saat berada di Mapolsek Mergangsan.

“Pulang ke Keparakan Kidul lalu cekcok dengan 4 tersangka. Diawali percekcokan lalu pemukulan oleh SLES, dan diikuti oleh rokok disundutkan di muka korban hingga 8 kali. Lalu YFW memukul menendang kena telinga, sampai 5 kali,” katanya.

Penganiayaan, lanjutnya, terjadi secara intens. Usai tersungkur dipukul Yanuar, Bintang dianiaya oleh tersangka Anggi. Berupa menampar pipi kiri dan menjambak rambut korban. Ibu rumah tangga ini juga memukul tubuh korban sebanyak 4 kali.

Tersangka Arfian juga ikut menjambak rambut Bintang. Diikuti dengan tendangan dengan lutut ke arah kepala korban. Tak berselang lama memukul korban sebanyak 5 kali. Aksi ini membuat istri korban histeris dan berusaha melindungi suaminya.

“Saat dilindungi, tersangka AFT dan ACP masih memukuli korban. Hingga akhirnya tangisan dan teriakan minta tolong saksi Maria mengundang warga sekitar. Baru berhenti dan setelahnya pergi meninggalkan TKP,” ujarnya.

Akibat kekerasan ini, Bintang menjalani luka di sejumlah tubuhnya. Mulai dari memar di telinga kanan, pipi kiri dan dahi mengalami luka bakar akibat sundutan bara rokok. Adapula memar sakit pada bagian lengan kanan atas dan memar pada bawah mata kanan.

“Korban juga mengalami sesak nafas dan pusing sehingga harus berobat di RS Pratama dan opname selama 3 hari,” katanya.

Dari hasil penyidikan, Rachmadiwanto memastikan motif adalah pesan di WhatsApp group. Berupa pembicaraan tentang Bintang yang tak pernah pulang ke rumah. Adanya upaya pelaporan ke Polsek membuat para tersangka tidak terima. Sehingga berujung pada penganiayaan.

Atas penganiayaan ini, keempat tersangka dijerat dengan Pasal 170 KUHP. Berupa tindakan kekerasan yang dilakukan secara bersama-sama di muka umum. Keempatnya terancamn hukuman kurungan maksimal 5 tahun penjara.

“Yang menyebarkan ke WA grup itu tersangka ACP. Ini yang membuat korban tersinggung. Alasan korban tak pulang karena ada kegiatan diluar mencari penghasilan dan kegiatan pribadinya sendiri,” ujarnya. (Dwi)

Hukum Kriminal