RADAR JOGJA – Penyidik Ditreskrimum Polda DIJ berhasil membongkar jaringan prostitusi online di Jogjakarta. Empat tersangka inisial WFP, AM, FS dan M diketahui berprofesi sebagai disc jockey. Adapula seorang model berinisal HWS.

Dirreskrimum Polda DIJ Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi menyebut kelima tersangka tak hanya menjajakan diri. Tiga diantaranya juga berstatus sebagai mucikari. Menawarkan melalui media sosial pertemanan.

“HWS sosok model yang juga berperan mucikari. Lalu FS dan M yang profesinya DJ juga memerankan diri sebagai mucikari,” jelasya ditemui di Mapolda DIJ, Senin (25/4).

Terbongkarnya kasus berawal dari penangkapan seorang tersangka di salah satu hotel di Kota Jogja oleh Polresta Jogja. Sosok ini adalah perempuan berinisial HWS. Perannya juga sebagai mucikari.

“Sebenernya dia kemaren akan menjadi model video klip, tapi berhasil kami amankan karena tertangkap tangan lakukan kegiatan prostitusi,” katanya.

Atas aksinya ini para tersangka dijerat dengan pasal berbeda. Mulai dari Pasal 2 dan Pasal 12 Undang-Undang Nomor 21 tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang. Adapula Pasal 296 KUHP karena merekrut, mengantarkan orang dengan maksud menguntungkan diri sendiri.

“Rentang hukuman minimal 3 tahun dan maksimal 12 tahun,” tegasnya.

Kelima tersangka ditangkap saat Operasi Penyakit Masyarakat Progo 2022. Jajaran Satreskrim Polres dan Polresta dan Ditreskrimum Polda DIJ berhasil membongkar 7 kasus. Total ada 18 tersangka dengan 26 barang bukti.

“Para mucikari ini menawarkan jasa PSK timnya mereka dengan cara menyampaikan di WA (WhatsApp). Jika terjadi kesepakatan dengan pelanggan, si PSK dikirim ke hotel tertentu yang disepakati. Tarifnya Rp. 1 juta hingga Rp. 3 juta,” ujarnya. (Dwi)

Hukum Kriminal