RADAR JOGJA – Seorang pengamen bernama Bagas Pratama, warga Kampung Badran, Bumijo, Jetis, Jogja diamankan di Mapolsek Jetis. Pemuda ini kedapatan membawa senjata tajam jenis sabit atau arit. Warga Badran juga terlebih dahulu mengamankan pelaku karena membawa senjata tajam.

Kasubbag Humas Polresta Jogja AKP Timbul Sasana Raharja menegaskan kejadian ini tak ada kaitannya dengan klitih. Awalnya Bagas mengaku mendengar rekannya sedang memiliki masalah dengan seseorang. Hingga tercetus untuk membantu mencari orang tersebut.

“Pelaku kemudian mengambil senjata tajam di bawah kursi warung rokok lalu berkeliling dengan menggunakan sepeda motor,” jelasnya ditemui di Mapolresta Jogja, Jumat (8/4).

Usai berkeliling dan tak menemukan orang yang dicari, pelaku kemudian pulang. Tepatnya ke rumah yang terletak di Kampung Badran, Bumijo, Jetis, Kota Jogja.

Saat berjalan kaki, tersangka memancing kecurigaan warga Badran. Terlebih senjata tajam dia tenteng dengan tangan. Kondisi tersangka yang mabuk juga kecurigaan warga semakin besar.

“Setelah pelaku pamit pulang, aritnya ditenteng seperti biasa malam hari. Ini menimbulkan kecurigaan masyarakat juga dalam kondisi seperti ini. Padahal niatnya mau pulang bawa arit ini,” katanya.

Timbul membenarkan penangkapan warga karena curiga terhadap Bagas. Terlebih aksi kejahatan jalanan tengah marak di Jogjakarta. Sehingga warga inisiatif untuk mengamankan Bagas.

Setelah diamankan, Bagas dibawa ke Polsek Jetis. Dari hasil pemeriksaan terungkap bahwa Bagas ternyata warga Badran juga. Hanya saja hidupnya menumpang dengan neneknya.

“Tidak ada kaitannya dengan klitih tapi tetap kami kenai UU Darurat dengan ancaman 10 tahun penjara,” ujarnya.

Saat ini pelaku tengah menjalani pemeriksaan di Polsek Jeris. Pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar tak segan untuk melapor ke pihak kepolisian jika menemui adanya hal yang mencurigakan. Salah satunya melalui sambungan telepon di 110.

“Kami mengimbau kepada masyarakat Kota Jogja untuk turut serta membantu pihak kepolisian mengamankan juga lingkungannya,” imbaunya. (isa/dwi)

Hukum Kriminal