RADAR JOGJA – Jenis kejahatan jalanan di DIJ makin beragam. Teranyar Polsek Bantul mengamankan tujuh pemuda. Diduga, mereka hendak perang sarung di wilayah Kapanewon Bantul, pada Rabu dini hari (6/4).

Kapolsek Bantul AKBP Ayom Yuswandono menyebut, ada tujuh pemuda yang diamankannya. Mereka adalah GS, 17, warga Timbulharjo, Sewon; HT, 18, warga Imogiri; RS, 19, warga Bangunharjo, Sewon; GA, 19, warga Bangunharjo, Sewon; VO, 20, warga Bangunharjo, Sewon; NA, 18, warga Timbulharjo, Sewon; dan PW, 20, warga Bangunharjo, Sewon. “Dari ketujuh yang diamankan, tiga di antaranya masih berstatus sebagai pelajar,” ungkapnya dalam konferensi pers di Mapolsek Bantul, kemarin (6/4)

Semua terduga pelaku diamankan pada Rabu (6/4) dini hari sekitar pukul 03.00. Lantaran para pelaku diduga akan melakukan perang sarung. “Atau tawuran menggunakan sarung dengan kelompok lain,” jelasnya.

Selanjutnya dijabarkan, penangkapan berawal dari gelar patroli yang dilakukan Polres Bantul. Diperoleh informasi melalui sambungan HT, ada sekelompok pemuda bersepeda motor yang berkumpul di utara Perempatan Manding, Jalan Parangtritis, Bantul. Petugas kemudian melakukan penyisiran. “Karena merasa curiga, petugas langsung mengamankan tujuh orang anak muda tersebut ke Polsek Bantul,” lontarnya.

Petugas turut mengamankan empat sepeda motor yang digunakan terduga pelaku. Sebab saat terjaring, pengguna tidak dapat menunjukkan SIM dan STNK. “Kami lakukan penilangan,” cetusnya.

Barang bukti lain yang diamankan adalah empat kain sarung. Bagian ujung sarung diikat membentuk simpul. “Ini kalau terkena anggota tubuh sakit, juga bisa mencederai,” tandasnya. (fat/pra)

Hukum Kriminal