RADAR JOGJA – Tiga warga Desa Mandan, Banyurejo, Tempel diamankan oleh jajaran Satreskrim Polres Sleman, Minggu dini hari (13/2). Peyebabnya ketiganya melakukan aksi main hakim sendiri. Berupa tindakan penganiayaan kepada dua korban yang kebetulan melintas.

Penganiayaan berawal saat ketiga tersangak PW, TW dan VF tengah jaga ronda. Tak berselang lama kedua korban atas nama inisial MM dan HG lewat. Para tersangka mengklaim, kedua korban mengendarai kendaraan bermotor roda dua dengan kecepatan tinggi.

“Awalnya para pelaku sedang mengobrol di pos kamling. Tak lama, mereka curiga saat ada dua orang berboncengan dengan menggunakan sepeda motor melaju kencang melewati pos kamling. Langsung dicegat dan interograsi,” jelas Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Rony Prasadana saat rilis kasus di Mapolres Sleman, Selasa (15/2).

Ketiga tersangka, lanjutnya, menginterograsi dan meminta kartu identitas korban. Keduanya mengaku tidak membawa identitas apapun. Jawaban dari korban ini membuat ketiga tersangka naik pitam.

Tanpa ampun ketiga tersangka menganiaya pelajar SMA dan SMK ini. Diawali dengan tersangka PW yang memukul pipi sebanyak satu kali. Lalu tersangka TW dan VF memukul korban sebanyak dua kali. Sempat pula menendang dan membenturkan kepala korban ke lutut tersangka.

“Berhenti setelah dukuh setempat datang ke lokasi kejadian dan meminta orang tua korban untuk menjemput. Orangtua kedua korban datang jam 02.20 WIB, Minggu (13/2),” katanya.

Dari pertemuan tersebut, orangtua kedua korban sepakat tak memperpanjang masalah. Hanya saja akhirnya tetap melakukan pelaporan pada Minggu siang. Orangtua ekdua korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Sleman.

Pihaknya juga menerima laporan kondisi korban. Untuk korban inisial MM mengalami luka lecet di tubuhnya. Saat ini tengah mendapatkan perawatan di RSUD Sleman. Sementara korban HG mengalami luka memar di bagian wajah.

Ketiga pelaku kemudian ditangkap di Mandan, Banyurejo, Tempel, Senin (14/2). Ketiganya dijerat dengan Pasal 170 KUHP. Berupa tindakan secara bersama-sama di muka umum melakukan kekerasan terhadap orang atau barang.

“Ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. Pelaku juga bisa dikenai pasal 351 KUH Pidana tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman maksimal 2 tahun 8 bulan penjara,” tegasnya. (isa/dwi)

Hukum Kriminal