RADAR JOGJA – Satreskrim Polres Sleman berhasil membekuk tersangka atas kasus penyebarluasan konten pornografi. Perbuatan ini dilakukan oleh seorang warga Cangkringan berinisial RAM, 24. Korbannya adalah anak bawah umur.

Kasatreskrim Polres Sleman AKP Ronny Prasadana menjelaskan modus tersangla. Awalnya tersangka mengajak berkenalan korban melalui aplikasi Facebook. Setelah komunikasi berlangsung intens lanjut melalui aplikasi WhatsApp.

“Tersangka meminta korban untuk mengirimkan foto wajah. Tak sampai disitu, tersangka juga meminta foto payudara korban. Karena menolak, pelaku mengancam akan menyebarkan foto korban ke grup-grup pornografi,” jelasnya ditemui saat ungkap kasus di Mapolres Sleman, Selasa (8/2).

Atas ancaman tersebut, korban, lanjutnya, mengirimkan foto payudara kepada tersangka. Ternyata respon dari kroban membuat tersangka semakin liar. Memanfaatkan ketakutan korbannya, RAM lalu meminta Video Call Sex (VCS).

“Jika tidak mau, tersangka akan menyebarkan foto korban tersebut. Tersangka merekam video tersebut, meminta lagi untuk melakukan video call dengan ancaman akan memviralkan video tersebut,” kata Rony.

Informasi ini lalu didalami oleh Satreskrim Polres Sleman. Setelah berhasil mengidentfikasi, langsung berburu mencari keberadaan tersangka. Saat akan diamankan, tersangka sempat akan melarikan diri. Hingga akhirnya diambil tindakan tegas terukur.

Bermodalkan keterangan korban awal, Polisi terus melakukan penyidikan. Hingga akhirnya membuka gawai milik tersangka. Hasilnya ditemukan video rekaman VCS dengan korbannya. Tak tanggung-tanggung, ada 4 korban atas kejahatan asusila ini.

“Setelah dilakukan pendalaman, korban dari pelaku ini mencapai 4 orang. Mereka semua adalah anak di bawah umur. Pelaku juga residivis kasus yang sama di Polsek Pakem,” ujarnya.

Dari hasil penyidikan, terungkap RAM sempat menyebarkan video VCS. Mulai dari status WhatsApp dan grup facebook. Temuan ini menjadi bahan penyidikan terkait dugaan transaksional asusila.

“Akan dalami apa dia jual video VCS kemana, situs apa. Kami juga dalami ada di HP pelaku, video anak SD itu kita dalami,” katanya.

Atas perbuatannya, tersangka dikenai Pasal 29 Jo Pasal 35 Jo Pasal 37 UU RI nomor 44 tahun 2008 tentang Pornografi dan atau pasal 45 UU RI nomor 11 tahun 2006 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. (isa)

Hukum Kriminal