RADAR JOGJA – Ditresnarkoba Polda DIJ berhasil meringkus jaringan penjual ganja. Berawal dari penangkapan tersangka RD, DD dan BM di Pringwulung, Condongcatur, Depok Sleman, 21 Desember 20.45 WIB. Dari tangan ketiganya berhasil disita ganja seberat 5,6 kilogram. Barang bukti ini ditemukan di tas, lemari dan lantai kamar kos ketiganya.

Berawal dari kasus ini, penyidikan mengarah ke tersangka lainnya. Alhasil tim opsnal Ditresnarkoba Polda DIJ berngkat ke Kampung Cikiray, Lebak Muncang, Bandung, Jawa Barat (22/12). Selang sehari tersangka MA berhasil ditangkap di dengan barang bukti 1,347 kilogram ganja (23/12).

“Kami terus melakukan pengembangan dan berhasil menangkap AS di Bogor Selatan sehari setelah MA tertangkap (24/12). Dari tangan tersangka kami amankan barang bukti 565 gram ganja,” jelas Wadirresnarkoba Polda DIJ AKBP Bakti Andriyono ditemui di Mapolda DIJ, Rabu (5/1).

Dari penyidikan lebih lanjut terungkap adanya penyuplai. Sosok ini masih buron hingga saat ini. Tersangka inin merupakan penyuplai untuk tersangka RD. Catatan terakhir transaksi adalah pembelian 10 kilogram ganaj seharga Rp. 13,5 juta.

Pengakuan para tersangka, ganja akan diedarkan saat tahun baru. Bakti menuturkan para tersangka mengaku permintaan saat momentum itu tinggi. Sehingga memang membeli dalam jumlah besar untuk diedarkan kembali.

“Jadi ini semua selesai (ditangkap) memang satu hari menjelang Natal. Pengakuan tersanga, memang (ganja) ini dipersiapkan untuk Natal dan Tahun Baru,” katanya.

Kasubdit II Ditresnarkoba Polda DIJ Akbp Erma Wijayanti menjelaskan detil penangkapan tersangka. Berawal dari terdeteksinya tiga tersangka awal, RD,DD dan BM. Lokasinya tak jauh dari Mapolda DIJ, tepatnya di selatan Hartono Mall.

Dari ketiganya, polisi berhasil menemukan 5,6 kilogram ganja. Berdasarkan keterangan RD, ganja didapatkan dari mister X. Transaksi penjualan melalui pemesanan WhatsApp. Sosok ini sudah masuk daftar pencarian orang (DPO) Polda DIJ.

“Tersangka RD ini bertemu mister X di Bogor 13 Desember 2021. Setelah komunikasi langsung berangkat ke Bogor naik kendaraan umum bus,” ujarnya.

Ganja tersebut langsung dijual kembali ke tersangka AS. Hanya saja dijual seberat 1 kilogram dengan harga Rp. 5 Juta. Transaksi masih berlanjut dengan pertemuan dengan tersangka MA, (18/12). Tepatnya berlangsung di Bandung, Jawa Barat untuk ganja sebanyak 2,4 kilogram.

Selang sehari setelahnya, RD kembali ke Jogjakarta menggunakan bus, (19/12). RD lalu menghubungi BM agar menemuinya di belakang Hartono Mall. Tak hanya itu, RD juga menyerahkan ganja seberat 2 kilogram ke tersangka DD.

“Kemudian RD menggunakan ganja bersama DD dan BM di TKP sebuah kamar. Dari situ menggunakan 14 puntung dari ganja yang dibawa oleh RD. Ditemukan 6,35 gram ganja yang dipakai saat itu,” katanya.

Ketiga tersangka awal ini, lanjutnya, ditangkap 21 Desember 2021 oleh Opsnal Subdit II Ditresnarkoba Polda DIJ. Barang bukti yang disita berupa ganja seberat 5,6 kilogram. Dari kasus awal ini lalu berkembang dengan penangkapan tersangka di daerah Jawa Barat (22/12).

Selain dikonsumsi sendiri, ganja juga diedarkan. Target pasarnya adalah mahasiswa dan para pecinta petualang. Terbukti mayoritas pembeli adalah pecinta otomotif hingga pendaki gunung. Adapula target pemasaran kalangan mahasiswa.

“Dari pengakuan juga akan diedarkan saat tahun baru. Selain pengedar juga pemakai, disisihkan dari ganja yang mau dijual. Ngakunya baru sekali ini transaksi, tapi masih kami dalami,” ujarnya.

Kelima tersangka dijerat dengan Pasal 114 Ayat (2) Sub Pasal Ayat (2) lebih sub Pasal 127 Ayat (1) huruf a. Adapula Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Kelimanya saat ini sudah ditahan di sel Mapolda DIJ. (dwi)

Hukum Kriminal