RADAR JOGJA – Polsek Danurejan berhasil membekuk pelaku penganiayaan di kawasan Lempuyangan, Sabtu dini hari (1/1). Sosok ini berinisial S, 18, warga Piyungan Bantul. Korbannya adalah Hanung Aryo Damar, 19, yang mengalami luka sabetan senjata tajam di punggung.

S mengaku tak ada alasan khusus dalam melakukan penganiayaan. Berawal tersinggung karena saling berpandang mata. Setelahnya rombongan pelaku mengejar rombongan korban.

“Saya sebagai joki (pengendara motor). Sempat kejar-kejaran karena lihat-lihatan di jalan,” jelasnya singkat ditemui di Mapolsek Danurejan, Senin (3/1).

Tentang senjata tajam, S mengaku tidak terlalu tahu banyak. Hanya saja dia membenarkan salah satu temannya membawa senjata tajam tersebut. Fungsinya untuk menjaga diri saat melakukan perkelahian.

Tersangka S menceritakan adik salah satu tersangka sempat menjadi korban penganiayaan. Tepatnya di daerah Mergangsan Kota Jogja. Awalnya mencari sosok penganiayaan malah menyasar korban Hanung Aryo Damar.

“Adik teman habis dipukulin di Keparakan. Iya bawa senjata tajam, tapi kalau disabetkan (ke korban) kurang tahu kalau itu. Saya sebagai joki saja,” katanya.

Kapolsek Danurejan Kompol Wiwik Hari Tulasemi menegaskan aksi ini bukanlah klitih atau kejahatan jalanan. Dugaan sementara mengarah kepada penganiayaan. Ini karena antara korban dan tersengka sempat terjadi cek cok mulut.

Aksi klitih, lanjutnya, identik dengan penganiayaan langsung. Sementara dalam kasus ini berawal dari perselisihan. Hingga akhirnya terjadi perselisihan antara kelompok korban dan kelompok tersangka.

“Kalau kasus klitih terjadi itu ketika ada seorang membawa sajam langsung membacok kalau ini tidak. Ini sempat beradu mulut atau cek-cok ya bahkan mengeluarkan kata-kata kotor,” ujarnya.

Kronologi penganiayaan berlangsung Sabtu dini hari (1/1) tepatnyta 04.30 WIB. Saat itu rombongan korban tengah melintas di kawasan Jalan Gajah Mada. Tak berselah lama lewat pula rombongan tersangka.

Rombongan pelaku sempat menerikai kata-kata kasar ke rombongan korban. Hingga berujung dengan adu mulut diantara keduanya. Setelahnya, rombongan korban langsung kabur ke arah jalan Hayam Wuruk.

“Kemudian sesampai di perempatan Numani korban dilempar batu mengenai bagian punggung belakang. Rombongan korban berbelok ke kampung Macanan masih dikejar pelaku. Sampai TK ABA dipepet sampai salah satu pelaku melempar batu ke arah korban mengenai punggung sebelah kiri dan bawah,” katanya.

Penangakan tersangka berawal dari laporan korban. Selain itu juga bukti rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian. Tersangka S berhasil diamankan di kediamannya daerah Piyungan Bantul, Minggu (2/1).

Wiwik menuturkan antara korban dan pelaku tidak saling kenal. Statusnya sudah lulus SMA dan masih akan mendaftar kuliah. Saat kejadian, sebelumnya sempat mengonsumsi minuman beralkohol.

“Kalau Pasalnya 170 KUHP Ayat (2) atau Pasal 351 KUHP junto Pasal 55 KUHP. Kalau penuturan tersangka, saat itu 6 orang dengan 3 motor,” ujarnya. (dwi)

Hukum Kriminal