RADAR JOGJA – Catatan kasus penyalahgunaan narkotika di Kota Jogja masih tergolong tinggi. Terbukti dari 455 laporan yang masuk sebanyak 118 adalah kasus narkotika. Catatan ini merupakan akumulasi laporan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat Polresta Jogja selama 2021.

Kapolresta Jogja Kombespol Purwadi Wahyu Anggoro mengakui kasus narkotika menjadi catatan penting. Maraknya operasi tak lantas menggerus angka penyalahgunaan narkotika. Terbukti dengan adanya penangkapan tersangka dan ungkap kasus selama 2021.

“Untuk data ungkap narkoba pada tahun 2020 terdapat 123 laporan, 114 diantaranya telah selesai. Sementara tahun 2021 ada 117 laporan dan 118 selesai. Ini berarti crime clearance dari tahun sebelumnya naik sebesar 8 persen, dari 92 persen menjadi 100 persen,” jelas Kombespol Purwadi ditemui di Mapolresta Jogja, Selasa (21/12).

Purwadi juga membeberkan data penyitaan barang bukti selama ungkap kasus. Untuk barang bukti ganja meningkat dari 101,37 gram pada 2020 menjadi 1.859,25 gram untuk 2021. Adapula temuan 6 pot tanaman ganja saat penggrebekan.

Untuk jenis sabu pada 2021 mencapai 17,31 gram. Angka ini menurun dari temuan sabu pada tahun sebelumnya yakni 37,55 gram. Sementara untuk barang bukti pil naik dari awalnya 53.780 saat 2020 menjadi 54.736 butir di 2021.

“Untuk tembakau super atau gorila juga turun dari 338,06 gram menjadi 14 gram,” katanya.

Secara umum, Purwadi menuturkan penyalahgunaan narkotika di Jogjakarta juga masih tergolong tinggi. Terbukti DIJ menduduki peringkat lima se-Indonesia. Berdasarkan temuan kasus baik dari Kepolisian maupun Badan Narkotika Nasional.

Angka penyalahgunaan, semakin dinamis memasuki pandemi Covid-19. Walau begitu, Purwadi menegaskan polisi tidak akan berdiam diri. Upaya pencegahan dan penindakan masih akan terus berlangsung. Baik kepada pengguna, kurir hingga bandar narkotika.

“Untuk itu, masyarakat diimbau untuk melaporkan kepada pihak berwajib apabila mendapati penyalahgunaan narkoba di lingkungan rumahnya, mengingat narkoba bisa menjadi pemicu terjadinya tindakan-tindakan kriminal lainnya,” pesannya.

Untuk kasus gangguan Kamtibmas secara umum, Polresta Jogja mendapatkan 621 laporan selama 2021. Dari total laporan tersebut sebanyak 455 kasus telah terseleseikan. Berdasarkan data ini maka crime clearance atau angka penyelesaian tindak kejahatan dapat dipresentasekan sebesar 73 persen.

“Selain narkotika sebanyak 118 kasus, urutan setelahnya tindak kejahatan penipuan sebanyak 113 kasus. Lalu untuk kasus penganiayaan 79 kasus, serta pencurian biasa sebanyak 68 kasus,” ujarnya. (co1/dwi)

Hukum Kriminal