RADAR JOGJA – Berdalih diperbolehkan agama, Pujilan atau akrab disapa Syech nekat mencuri enam kendaraan bermotor di halaman masjid. Pria beusia 54 tahun ini beralibi hanya meminjam kendaraan para korbannya. Seluruhnya akan dikembalikan setelah dia mendapatkan uang dari hasil transaksi penjualan tokek emas.

Pujilan beranggapan para jamaah masjid sabar, santun dan ikhlas. Sehingga menurutnya tidak masalah jika kendaraan bermotornya hilang. Dia juga beralibi akan mengganti dengan kendaraan yang baru. Caranya dengan melalui takmir dimana kendaraan bermotor itu dia curi.

“Orang masjid itu legowo dan ikhlas kalau sepda motornya hilang atau kena musibah. Saya punya anggapan ini, maaf kalau salah pengertian ada dalam hadits. Apabila terpaksa boleh memakan barang yang haram, termasuk daripada mati boleh makan babi, itu halal,” jelasnya ditemui di Mapolsek Godean, Selasa (9/11).

Pujilan bersikukuh kepercayaan hadits yang dia percayai benar. Alhasil dia dengan yakin menggasak 7 kendaraan bermotor yang terparkir di halaman masjid. Untuk kemudian dia jual kepada penadah di kawasan Kalibawang Kulonprogo.

Dia juga berdalih takmir dan pengurus masjid akan mengganti kerugian jamaahnya. Dia mencontohkan salah satu Masjid di kawasan Jogokariyan Kota Jogja. Apabila barang milik jamaahnya hilang di lingkungan masjid, maka akan diganti oleh pengurus masjid.

“Saya pernah tahu ada salah satu masjid di dekat jalan Parangtritis, itu jamaahnya kehilangan sandal, sepatu atau handphone. Dari ketua takmirmnya sangat tegar dan bijaksana. Semua kehilangan diganti,” katanya.

Uang hasil penjualan kendaraan bermotor dia gunakan untuk modal usaha. Tepatnya jual beli tokek emas. Pujilan mengaku untuk sekali transaksi bisa mendapatkan uang Rp 300 juta. Detilnya Rp 150 juta untuk pemilik tokek dan sisanya untuk tim mediator.

“Tokek emas itu ada, untuk obat AIDS. Ssaya pernah jual di (Kapanewon) Tempel satu kali. Harga Rp 300 juta, yang Rp 150 juta untuk pemilik, lalu Rp 150 juta untuk mediator. DIbagi 3, saya dapat Rp 50 juta,” ujarnya.

Kanit Reskrim Polsek Godean Iptu Bowo Suilo menceritakan detil kasus Pujilan. Sosok ini sejatinya telah dilaporkan ke Polsek Godean per 1 Agustus 2021. Saat itu berhasil membawa kabur satu unit kendaraan bermotor dari halaman Masjid Al-Kharomah Kramat Sidoarum Godean.

Berselang waktu, tersangka terdeteki tengah beraksi di halaman parkir Masjid Darusallam Sidoluhur Godean, Sabtu (30/10). Saat itu Pujilan belum berhasil membobol satu unit Yamaha Mio. Hingga akhirnya akhirnya kabur dan berhasil tertangkap di kawasan Demak Ijo Gamping Sleman.

“Begitu dapat laporan, tim kami langsung ke lokasi, Ternyata sudah geser ke arah timur dan berhasil ditangkap di kawasan Demak Ijo. Saat digeledah, tersangka ini membawa 2 buah kunci letter T di dalam tasnya,” katanya.

Berdasarkan pemeriksaan, Pujilan mengakui seluruh perbuataannya. Termasuk pemilihan lokasi masjid sebagai alibi tersendiri. Beragam kendaraan diantaranya Honda Karisma di Masjid Al Kharomah, Krapyak, Sidoarum, Godean, Honda Supra Fit di Masjid Zahroh, Jombor, Sinduadi, Mlati, Sleman.

Berlanjut dengan Honda Supra X yang dijual ke penadah di Kalibawang Kulonprogo. Satu unit Honda Kirana di Masjid sebelah Timur terminal Jombor, Sinduadi, Mlati. Satu unit Yamaha Mio di Masjid Kwarasan, Nogotirto, Gamping dan satu unit Yamaha Jupiter di wulayah Kuncen Wirobrajan Kota Jogja.

“Jadi modusnya kalau ada sepeda motor yang bisa diambil, langsung diambil. Kalau belum masuk ke dalam masjid dulu dan melaksanakan solat. Biasanya beraksi antara Magrib hingga Isya,” ujarnya.

Uang hasil penjualan, lanjutnya, digunakan untuk biaya operasional penjualan tokek emas. Sebagai modal transportasi penjualan keluar daerah. Kejahatan ini telah dilakoni oleh Pujilan dari medio April 2021 hingga 30 Oktober 2021.

“Atas aksinya ini ersangka dijerat dengan Pasal 363 KUH Pidana dengan ancaman tujuh tahun penjara,” tegasnya. (dwi)

Hukum Kriminal