RADAR JOGJA – Ditresnarkoba Polda DIJ berhasil membongkar jaringan peredaran ganja di Jogjakarta. Total ada sembilan tersangka yang diamankan dalam jaringan ini. Dari kesembilan tersangka, berhasil disita ganja seberat 4,002 kilogram.

Kabid Humas Polda DIJ Kombespol Yuliyanto menuturkan kesembilan tersangka berhasil diamankan dari berbagai provinsi. Mulai dari Bogor Jawa Barat, Mojokerto Jawa Timur hingga Medan Sumatera Utara. Jaringan ini bertransaksi di wilayah Jogjakarta dan juga Jawa Barat.

“Ada 9 tersangka yang berkaitan dengan penyalahgunaan ganja. Untuk tersangka BBN sudah assesment yang bersangkutan dilaksanakan rehabilitasi. Sementara sisanya tetap menjalani hukuman,” jelasnya ditemui di Mapolda DIJ, Selasa (9/11).

Terbongkarnya jaringan peredaran ganja ini berawal dari penangkapan tersangka BBN. Pria asal Pontianak Kalimantan Barat ini diamankan di kawasan Maguwoharjo Sleman pada 14 Agustus 2021. Setelah diinterograsi mengaku mendapatkan ganja dari tersangka KHP.

Tak menunggu lama, tersangka KHP berhasil ditangkap di kawasan Caturtunggal Sleman dihari yang sama. Dari pelaku KHP muncul nama IGG. Tersangka ketiga ini berhasil diamankan di Cisarua Bogor, Jawa Barat pada 30 Agustus 2021.

“Tersangka IGG mengaku mendapatkan ganja dari tersangka AAP. Penyidik berhasil menangkap AAP pada 3 September 2021 di Surabaya,” katanya.

Penyidikan terhadap tersangka AAP membuahkan dua nama tersangka. Untuk distributor adalah tersangka inisial MQ asal Medan Sumatera Utara. Adapula nama inisial MSH, warga Mojokerto Jawa Timur ini baru saja membeli ganja dari AAP.

Penyidik, lanjutnya, terlebih dahulu menangkap tersangka MSH di Mojokerto pada 4 September 2021. Dari pemeriksaan MSH mengaku membeli ganja bersama dua teman lainnya. Dihari yang sama tersangka NH dan RA juga ditangkap di kawasan Mojokerto Jawa Timur.

“Masih dari keterangan AAP, penyidik berangkat Medan untuk menangkap tersangka MQ. Berhasil ditangkap pada 15 September. Setelahnya juga menangkap tersangka RP yang berasal dari Medan juga,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan kedua tersangka, muncul nama inisial IPG. Sosok tersangka ini juga berasal dari Medan Sumatera Utara. Sayangnya hingga saat ini, sosok pemasok ganja ini belum tertangkap.

“Tersangka IPG masih dalam pencarian. Kalau untuk kesembilan tersangka ini terbit 7 berkas laporan kepolisian. Untuk total barang bukti mencapai 4 kilogram,” katanya.

Selama proses penangkapan tersangka, polisi berhasil mengamankan berbagai bentuk barang bukti ganja. Mulai dari daun, ranting hingga batang ganja. Ganja dibungkus dalam paket kecil, sedang hingga besar.

Ada temuan unik dalam penyidikan ini. Berupa ekstrak ganja dalam bentuk cairan. Merupakan hasil perendaman ranting ganja dengan alkohol. Berdasarkan keterangan tersangka, fungsinya untuk obat capai.

“Tapi manfaatnya buat apa belum jelas. Katanya buat capai-capai, dikonsumsi sendiri. Yang bersangkutan baca-baca saja dari internet apakah ada khasiatnya atau tidak belum jelas,” ujarnya.

Kedelapan tersangka dijerat dengan pasal berlapis. Mulai dari Pasal 114 ayat (1), Pasal 111 ayat (1), Pasal 132 ayat (1) dan Pasal 127 ayat (1) huruf a. Sementara untuk tersangka BBN menjalani rehabilitasi.

“Ancaman hukumannya penjara dari yang terendah 4 tahun sampai maksimal 20 tahun,” tegasnya. (dwi)

Hukum Kriminal