RADAR JOGJA – Sakit hati kiriman pesan WhatsApp tak pernah direspons, HNE bertindak nekat. Pria berusia 21 tahun ini mengancam korbannya, anak berusia 13 tahun dengan foto setengah telanjang. Usut punya usut, warga Triharjo Sleman ini juga menaruh hati kepada korbannya.

Kasatreskrim Polres Sleman AKP Ronny Prasadana menuturkan detil kejadian. Tersangka mendapatkan foto korban saat melakukan panggilan video. Saat perbincangan awal itulah, tersangka melakukan tangkapan layar. Untuk kemudian menjadi alat ancaman kepada korban.

“Awal mulai diketahui pada hari Senin (11/10) korban mengetahui screenshoot foto wajah korban dengan setengah telanjang disebar oleh pelaku melalui status WhatsApp pelaku. Korban mengetahui tindakan itu dari saksi,” jelasnya ditemui di Mapolres Sleman, Selasa (26/10).

Ronny menuturkan tersangka mendapatkan tangkapan layar dengan ancaman. Alhasil korbannya dengan terpaksa membuka pakaian bagian atas. Tersangka, lanjutnya, langsung menyimpann tangkapan layar tersebut dan mengunggahnya.

Dari penyidikan juga terungkap tersangka HNE menaruh hari terhadap korban. Sayangnya anak berusia 13 tahun tersebut tak merespon. Termasuk panggilan telepon dari tersangka juga tak pernah direspon oleh korban.

“Iya ditolak, intinya tidak direspon lah. Korban mau membuka bajunya karena diancam oleh tersangka. Itu alasan dari pelaku ini, karena tidak direspon maka dia masanglah hasil screenshoot itu di status WhatsApp,” katanya.

Antara korban dan tersangka sejatinya berasal dari Dusun yang sama. Ini karena keduanya tinggal di wilayah yang sama. Pertemuan antara keduanya cukup intens. Hanya saja untuk komunikasi tidak pernah berjalan lancar.

Atas aksinya ini HNE dijerat dengan pasal berlapis. Mulai dari Pasal 45 UU RI Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE junto Pasal 27 ayat 1 UU RI Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE.

“Ancaman hukumannya maksimal penjara 12 tahun,” tegasnya. (dwi)

Hukum Kriminal