RADAR JOGJA – Unit Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA) Satreksrim Polres Sleman berhasil menangkap tersangka pelaku aksi pelecehan seksual sesama jenis. Sosok ini berinisial NN, 30, pria asal Bumijo, Jetis, Kota Jogja. Korbannya adalah anak berinisial RC, 17, warga Muntilan Magelang, Jawa Tengah.

Kasus berawal saat korban berkomunikasi dengan tersangka NN melalui akun Facebook. Saat itu korban tengah mencari lowongan pekerjaan. Unggahan ini direspon hingga akhirnya berkomunikasi dengan tersangka NN, Senin (11/10). Menggunakan nama samaran, tersangka mengiming-imingi gaji sebesar Rp. 1,8 Juta.

“Selang sehari (12/10), pelaku menyuruh korban berangkat dari Muntilan dan turun di Terminal Jombor. Dari sana diarahkan ke Apartemen Malioboro City. Setibanya di tempat tinggal pelaku, korban diminta untuk menginap dulu,” jelas Kasatreskrim Polres Sleman AKP Ronny Prasadana ditemui di Mapolres Sleman, Selasa (26/10).

Tergiur nominal gaji plus fasilitas tempat tinggal, RC mengikuti keinginan tersangka. Korban tak menyadari bahwa tawaran tersebut adalah niat jahat sang predator seksual. Korban RC dengan polosnya mengiyakan permintaan untuk menginap di apartemen NN.

Saat korban tertidur, tersangka segera beraksi. Tersangka NN tiba-tiba menindih korban RC yang tidur dalam posisi tengkurap. NN yang saat itu bersama rekannya berinisial DS langsung melakukan perbuatan asusila kepada korban.

“Tersangka NN dan temannya DS saling memegang alat kelamin, setelah itu korban RC terbangun dan kaget karena tangan kanan NN memegang alat kelamin dan mencium leher korban. Korban ini ditindih oleh NN, belum sampai penetrasi,” katanya.

Mendapatkan perlakukan tak senonoh, RC melakukan perlawanan. Diawali dengan menelpon kakaknya dan memberitahu aksi tersebut. Selanjutnya meminta untuk menjemput dari apartemen pelaku.

RC juga sempat mengulur waktu. Dengan berpura-pura ikut mencari makan diluar bersama tersangka NN dan DS. Korban juga sempat berpura-pura sakit perut untuk mengulur waktu.

“Korban RC langsung diantar ke kamar apartemen lagi oleh tersangka. Setelah selesai dari toilet korban RC bersama tersangka NN dan temannya DS pergi ke bawah mencari makan. Kemudian kakak korban RC datang dan menanyai tersangka NN dan temannya DS,” ujarnya.

Mengetahui adiknya mendapatkan pelecehan, kakak RC langsung membawa NN dan DS ke pos keamanan. Berlanjut kemudian dengan pelaporan ke Polres Sleman. Hingga akhirnya NN ditahan sementara DS masih berstatus sebagai saksi.

“Barang bukti yang kami amankan berupa kondom, pelumas, pakaian dan handphone. Tersangka NN kami jerat dengan Pasal 82 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak,” tegasnya.

Kanit PPA Satreskrim Polres Sleman Iptu Yunanto Kukuh mengungkapkan fakta mengerikan. Sosok NN ternyata memiliki penyimpangan seksual. Selain gay juga gemaran mengoleksi video kekerasan dan pembunuhan. Tentunya dengan objek seorang lelaki.

Fakta ini ditemukan saat pemeriksaan gawai milik tersangka. Beragam video tak wajar sejenis ditemukan dalam penyimpanan gawai tersebut. Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengaku puas usai melihat video-video tersebut.

“Mempunyai kebiasaan mengoleksi video yang berjenis kematian, fetishnya seperti itu. Jadi koleksi di handphonenya itu orang mati semua. Video orang dibacok, ngakunya kian bergairah kalau lihat itu dan kebanyakan cowok,” katanya.

Dari hasil pemeriksaan juga terungkap fakta-fakta lainnya. Pelaku mengaku kerap menyewa jasa pemuas nafsu sesama jenis. Sementara sosok DS juga memiliki hubungan spesial dengan tersangka. Hanya saja DS masih berstatus saksi dalam kasus ini.

“Masih dalam tahap penyelidikan karena DS ini kan merupakan pacar dari pelaku. Saat kejadian itu, sebenarnya mau threesome. Korban (RC) kaget diini ituin enggak terima. Lalu telpon kakaknya untuk minta dijemput,” ujarnya. (dwi)

Hukum Kriminal