RADAR JOGJA – Ibunya dipacari, anaknya diperkosa. Tindakan keji ini dilakukan oleh tersangka berinisial PR. Pria berusia 36 tahun ini tega memperkosa anak pacarnya yang berinisial KHS. Remaja putri berusia 14 tahun ini bahkan telah diperkosa oleh tersangka sebanyak 17 kali.

Perbuatan keji ini terbongkar saat PR menggendong korban KHS, Minggu (24/10). Saat pelaku menggendong korban dan menuju kostnya di jalan Nusa Indah, Maguwoharjo, Depok Sleman. Tindakan ini memancing kecurigaan warga yang melihat kejadian tersebut.

“Saat itu Minggu sore (24/10) pukul 18.30 WIB. Warga curiga melihat korban digendong pelaku tapi memberontak dan teriak. Pelaku juga sempat mengigit pundak kiri korban,” jelas Kasatreskrim Polresta Sleman AKP Ronny Prasadana ditemui di Mapolres Sleman, Selasa (26/10).

Mengetahui kondisinya sudah aman, korban langsung menceritakan kisahnya kepada warga. Termasuk perbuatan pemerkosaan sebanyak 17 kali. Adapula pelecehan-pelecehan seksual secara fisik lainnya.

Korban juga menceritakan ancaman tersangka. Mengaku pernah melakukan pembunuhan dan bisa terulang kembali. Ancaman ini agar korban tak cerita kepada siapapun termasuk ibunya.

“Menurut korban, pelaku mengancam korban dengan kata kata jangan cerita siapa-siapa nanti tak bunuh, bapak pernah bunuh orang,” katanya.

Tanpa berpikir panjang, warga langsung menyerahkan tersangka ke pihak berwajib. Dihadapan penyidik, tersangka PR mengaku telah berpacaran dengan ibu korban selama 1 tahun. Pemerkosaan terjadi saat ibu korban sedang tidak berada di kos.

Saat beraksi, tersangka menggunakan bantal untuk membekap korban. Warga Dlingo Bantul ini juga mengancam agar korban tidak berteriak. Tersangka, lanjutnya, kerap memanfaatkan waktu saat ibu korban sedang berjualan.

“Ibu korban selama ini enggak tahu, karena saat kejadian sedang berjualan karena profesinya pedagang. Ditambah tersangka ini memang sudah satu rumah. Jadi korban tidak berani cerita ke ibunya,” ujarnya.

Kepolisian juga tengah menyelediki pengakuan tersangka. Berupa pernah melakukan pembunuhan pada medio 1990. Pernyataan tersebut juga diakui oleh tersangka selama proses penyidikan.

Atas aksinya ini, tersangka PR dijerat dengan pasal berlapis. Mulai dari Pasal 81 subsider Pasal 82 UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua UU RI Nomor 23 Tahun 2002. Berbicara tentang Perlindungan Anak.

“Sanksi berupa pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp. 5 Milioar,” tegasnya,.

Kanit PPA Satreskrim Polres Sleman Iptu Yunanto Kukuh menambahkan bukan kali ini saja PR terjerat kasus asusila. Kasus serupa pernah terjadi di wilayah hukum Polres Bantul. Korbannya adalah anak dari istri sirinya.

Atas pengakuan tersangka, jajarannya tengah berkoordinasi dengan Unit PPA Satreskrim Polres Bantul. Guna mendapatkan detil kejadian atau adanya laporan terkait aksi asusila tersebut.

“Setelah dilakukan interograsi, tersangka mengaku pernah juga melakukan sekali pencabulan di Bantul. Menurut keterangan dia, korbannya anak dari istri sirinya,” katanya.

Sementara untuk kasus KHS, pihaknya intensif melakukan pendampingan. Tak hanya dari sisi hukum tapi juga kesehatan dan psikis. Dari hasil pemeriksaan, kesehatan korban terganggu. Penyebabnya adalah tindakan pemerkosaan yang berlangsung sebanyak 17 kali.

Terungkap pula korban saat kejadian tengah berada di rumah guru ngaji. Tersangka langsung mendatangi dan menggendong korban. Hingga akhirnya berhasil digagalkan oleh warga yang melihat.

“Mohon maaf dari alat kelamin korban ini berdasarkan dengan pemeriksaan awal mengalami infeksi. Jadi apabila itu terlambat akan memperburuk kondisi kesehatan korban,” ujarnya. (dwi)

Hukum Kriminal