RADAR JOGJA – Seorang teman operator pinjaman online ilegal, Suga Pradana menuturkan temannya inisial RP baru sehari masuk kerja. Pada awalnya RP mendapatkan tawaran sebagai call center. Faktanya saat diterima kerja justru menjadi operator debt colector.

Suga menceritakan RP sempat mendapat panggilan kerja melalui aplikasi WhatsApp, Senin (11/10). Uniknya RP justru tidak merasa memasukan lamaran pekerjaan. Walau begitu pria asal Pekanbaru Riau tersebut tetap melakoni pekerjaannya.

“Tiba-tiba dapat WhatsApp suruh interview padahal tidak merasa apply lamaran, panggilan itu Senin kemarin. Mau karena iseng habis lulus ada kesempatan dicoba saja,” jelasnya ditemui di lokasi penggrebekan kantor pinjol ilegal, Kamis malam (14/10).

Saat interview, pihak perusahaan menjelaskan sebagai penyedia jasa finansial legal. Bergerak pada jasa peminjaman atau kredit gawai. Bahkan sempat menyebutkan sebagai klien dua perusahaan penyedia jasa kredit besar.

“Kerja call center, baru masuk hari ini. Kemarin bilangnya finance legal dan kredit handphone. Ternyata kok malah pinjol. Interview bilangnya salah satu klien dari home credit dan FIF,” ceritanya.

Pasca interview, RP, lanjutnya, langsung diterima kerja. RP juga mendapat target harian. Berupa penagihan sebesar Rp 10 juta perharinya.

RP juga mendapatkan 2 kartu perdana telepon seluler. Fungsinya untuk menghubungi para peminjam di aplikasi pinjol. Baik untuk mengingatkan jatuh pembayaran maupun penagih hutang.

“Tugasnya, langsung bawa 2 perdana baru (nomor telepon seluler). Satu buat ancam lalu yang satu buat fix yang sudah bayar. Bilangnya gitu,” ujarnya. (Dwi)

Hukum Kriminal