RADAR JOGJA – Pelaku kasus tindak kejahatan jalanan atau kerap disebut klitih berinisial KAP (15), dituntut hukuman 1 tahun 7 bulan penjara.

Tuntutan terhadap terdakwa dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Jogjakarta saat sidang peradilan Anak Berhadapan Hukum (ABH) di Pengadilan Negeri (PN) Jogjakarta, Jumat (24/9).

Dalam tuntutannya, JPU Himawanti Setyaningsih menyebutkan, terdakwa KAP dinyatakan bersalah melakukan kekerasan terhadap anak hingga mengakibatkan luka berat. “Terdakwa dituntut dan dinyatakan bersalah telah melakukan kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan luka berat,” kata Humas PN Jogjakarta A Suryo Hendratmoko.
Selain itu terdakwa KAP juga wajib menjalani pelatihan kerja selama 6 bulan di Balai Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Remaja (BPRSR) Dinsos DIJ.
“Tuntutannya 1 tahun 7 bulan penjara. Dan pelatihan kerja di BPRSR Dinsos selama 6 bulan,” jelasnya.
Setelah tuntutan terhadap terdakwa dibacakan oleh JPU, pihak terdakwa masih memiliki waktu lima hari untuk mengambil langkah pledoi atau banding atas tuntutannya itu. “Karena sidang pledoi akan digelar Rabu depan tanggal 29 September jam sembilan pagi,” terang Suryo.
Diketahui, dalam kasus ini KAP tiba-tiba melakukan pelemparan batu kepada seorang pengendara sepeda motor pada April lalu. Kejadian itu dilakukan di Ngeksigondo, Kotagede.
Penasihat hukum korban, Heniy Astiyanto cukup puas dengan tuntutan dari JPU. Menurut dia, tuntutan itu cukup menjawab keresahan masyarakat DIJ terhadap keberadaan klitih. “Ini saya kira sudah bagus, artinya tuntutannya tidak ringan,” ujarnya.

Heniy juga memberikan apresiasi terhadap keluarga korban yang sejak awal berniat membawa kasus ini ke meja hijau. Ia merasa hal itu bisa mengurangi asumsi masyarakat yang selama ini mengira kasus klitih yang melibatkan anak di bawah umur tidak bisa dibawa ke meja hijau. “”Masyarakat lega hukum tetap berjalan, jangan sampai asumsi masyarakat terus berkeliaran. Klitih tidak ada permainan,” tandasnya. (kur/din)

Hukum Kriminal