RADAR JOGJA – Berniat mendapatkan pekerjaan, seorang anak di bawah umur justru menjadi korban eksploitasi. Kasat Reskrim Polresta Jogja Kompol Riko Sanjaya mengatakan, kasus itu dilaporkan oleh ibu korban berinisial P asal Banjarnegara, Jawa Tengah.

Kasus ini pun telah ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polresta Jogja. Dua orang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi sejak kasus ini terkuak 8 September 2021. Riko mengungkapkan, eksploitasi seksual ini menimpa gadis berinisial N, 16, yang secara hukum pidana masih berstatus anak-anak.

Dia menjelaskan, sekitar awal September tersangka D, 21, bersama S, 27, sama-sama berasal dari Banjarnegara menawarkan pekerjaan kepada N untuk bekerja di sebuah rumah makan di Jogja. Namun bukannya pekerjaan sebagai pelayan di rumah makan yang didapat, N justru dipaksa untuk terjerumus ke prostitusi dan melayani tamu yang sudah dicarikan oleh D dan S melalui aplikasi kencan.

Korban dipaksa melayani tamu oleh para tersangka di sebuah hotel, tepatnya di kawasan Mantrijeron, Kota Jogja. “Modusnya D dan S menawarkan pekerjaan di rumah makan ke korban. Ternyata dipaksa untuk melayani jasa seksual,” katanya.

Riko melanjutkan, korban mulai dipaksa untuk memuaskan nafsu para pria hidung belang selama 3-7 September 2021. Selama kurang lebih lima hari itu uang yang didapat dari prostitusi yang dijalankan para tersangka, dipakai untuk kebutuhan makan serta sewa hotel.

“Korban mengaku sudah 10 kali dipaksa untuk melayani pria. Tarifnya antara Rp 350 ribu sampai Rp 1 juta. Uangnya dipakai untuk bayar hotel dan kebutuhan makan dan minum, serta sisanya rencana untuk beli ponsel,” jelas Riko.

Riko menyatakan pihaknya langsung bergerak cepat menangkap pelaku. “Tersangka kami amankan Rabu malam, 8 September 2021 dengan TKP salah satu hotel di Mantrijeron,” ungkapnya.

Dari penangkapan itu telah disita barang bukti berupa dua ponsel milik kedua pelaku, uang tunai Rp 185 ribu, serta satu buah kartu ATM. Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 88 Juncto Pasal 76I UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU No. 23 Th 2002 tentang Perlindungan Anak. “Ancaman hukumannya 10 tahun penjara,” tandasnya. (kur/laz)

Hukum Kriminal