RADAR JOGJA – Muhammad Firdaus,26, Warga Banjararum Kalibawang Kulonprogo telah mempersiapkan aksinya secara matang. Diawali dengan mengawasi lokasi buruannya di Masjid Al-Ikhlas Sorosutan Umbulharjo Kota Jogja. Modusnya juga dengan berpura-pura beribadah di dekat kotak infaq incarannya.

Ketua Takmir Masjid Al-Ikhlas, Subandi, 67, menuturkan tersangka berulang kali tertangkap kamera CCTV. Terlihat jelas ibadah salat Dzuhur menjadi alibi dalam beraksi. Setelah dirasa aman, tersangka langsung menguras uang dalam kotak infaq.

“Pura-pura salat, tanggal 25 Agustus 2021 datang salat Dzuhur jam 1 lebih. Kalau ada orang lewat pura-pura sujud, kalau nggak ada orang langsung operasi. Uang dimasukkan tas,” jelasnya ditemui di Masjid Al-Ikhlas Sorosutan Umbulharjo, Kamis (9/9).

Agar tak menimbulkan kecurigaan, Firdaus merapikan kotak infaq ke kondisi semula. Mulai dari rantai dan gembok yang terpasang di kotak infaq. Cara ini terbukti berhasil mengelabui para jamaah masjid.

Aksi terakhir Firdaus baru terbongkar usai salat magrib. Jamaah masjid melihat posisi gembok dan rantai tidak terlalu rapi. Saat dipegang ternyata rantai sudah dalam kondisi terpotong.

“Salah satu pengurus masjid (marbot) bilang kunci dan rantai dipotong. Setelah dicek ternyata betul. Uang di kotak infaq luar masih ada. Lalu yang kotak infaq induk ternyata (rantai gembok) sudah lepas dan sudah tak ada uangnya sama sekali,” katanya.

Subandi mengaku masjid mengalami kerugian sekitar Rp 50 juta. Ini karena kotak infaq sudah tak dibuka selama 2 tahun lamanya. Berdasarkan pendataan awal pada tahun pertama terisi Rp 27 juta dan Rp 22 juta pada tahun kedua.

“Kehilangan kerugian perkiraan Rp 50 juta kalau terkumpul 2 tahun. Bisa lebih karena ada 2 kotak,” ujarnya.

Seluruh aksi Firdaus tertangkap CCTV Masjid Al-Ikhlas. Terlihat kedatangan pelaku pada 25 Agustusan 2021 sekitar 13.30 WIB. Saat itu pelaku beraksi sendiri.

Dalam video tersebut juga telribat pelaku berpura-pura solat. Lokasinya tepat berada di samping kotak infaq berukuran besar. Saat sepi langsung beraksi dan sujud saat ada warga yang melintas.

“Mulai ambil kotak infaq utama itu dari Juli. Lalu mengaku ke polisi hanya Rp 6,5 juta. Ambilnya Rp 3 juta sama Rp 3,5 juta di masing-masing kotak. Ya tidak percaya karena uang di kotak infaq itu habis,” katanya.(dwi,sky)

Hukum Kriminal