RADAR JOGJA – Jajaran Unit Reskrim Polsek Mlati berhasil meringkus dua anak pelaku kejahatan jalanan atau klitih. Mereka adalah anak berurusan dengan hukum inisial AYK, 17 dan DTC, 15. Dari tangan keduanya berhasil disita senjata tajam jenis clurit dan gergaji es.

Dari tangan kedua pelaku, polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti. Selain Sajam adapula 2 jaket. Fungsinya untuk menyembunyikan clurit dan gergaji. Adapula 1 unit Honda Beat AB 5035 KI dan Honda Vario AB 3643 PI.

Kapolsek Mlati, Kompol Tony Priyanto menuturkan penangkapan kedua pelaku layaknya film laga. Polisi sempat melakukan pengejaran dari depan Asrama Haji Sleman. Hingga akhirnya rombongan kedua pelaku berhasil ditangkap di depan Jogja City Mall dan depan SPBU Sinduadi Mlati Sleman, Minggu dini hari (8/8).

“Kami mendapat laporan dari Sabhara Polda DIJ ada pelaku yang membawa senjata tajam kemudian dikejar dan berhasil diamankan didepan JCM dan di depan Pom Bensin TVRI Sinduadi Mlati,” jelas Kapolsek Mlati Kompol Tony Priyanto ditemui di Mapolsek Mlati, Kamis (12/8).

Kedua pelaku, lanjutnya, melakukan konvoi dalam rombongan kendaraan bermotor roda dua. Hingga akhirnya bertemu dengan tim patroli kepolisian pukul 02.00 WIB. Saat inipula rombongan pelaku melarikan diri.

Usai tertangkap, polisi melakukan pemeriksaan. Hasilnya rombongan ini sempat membuat kericuhan di berbagai tempat. Mulai dari Banguntapan Bantul, Caturtunggal, Maguwoharjo, Gamping Sleman hingga Umbulharjo dan Gondokusuman Kota Jogja.

“Tetap kami tindak tegas dengan Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Darurat Republik Indonesia No 12 tahun 1951 karena membawa sajam. Ancaman hukumannya pidana penjara paling lama 10 tahun,” kata Kapolsek Mlati, Kompol Tony Priyanto.

Kanit Reskrim Polsek Mlati, Iptu Dwi Noor Cahyanto menegaskan kedua pelaku adalah anggota geng pelajar. Pada awalnya akan melakukan tawuran di suatu tempat. Dalam perjalanan inilah melakukan sejumlah kericuhan. Mulai dari kawasan Sleman, Bantul hingga Kota Jogja.

Dwi membeberkan nama kelompok geng pelajar berinisial PTL. Beranggotakan pelajarĀ  dari sejumlah sekolah di Kota Jogja. Setidaknya ada tiga sekolah yang pelajarnya bergabung dengan geng ini.

“Motifnya sudah janjian untuk bertemu dengan geng lain. Bahasa bekennya gembyeng semacam tawuran. Saat muter-muter ini sudah bawa sajam,” ujar Kanit Reskrim Polsek Mlati, Iptu Dwi Noor Cahyanto.

Para pelaku sempat melakukan kericuhan saat menuju lokasi pertemuan. Senjata tajam disembunyikan di balik jaket. Saat bertemu sasaran acak langsung melakukan penganiayaan.

“Menurut keterangan iya ada yang kena (sabetan Sajam) di jaket, helm sampai kena motornya. Makanya kami kembangkan dan koordinasikan dengan rekan kepolisian yang lain. Tidak menutup kemungkinan ada tersangka yang lain,” katanya.

Walau berstatus anak, Dwi memastikan langkah hukum tetap berlangsung. Tentunya tetap mengacu pada UU Sistem Peradilan Anak. Kedua pelaku menjalani penahanan selama proses penyidikan.

“Dalam perkara ini jelas melanggar Undang-Undang Darurat karena jelas membawa sajam. Sudah kami tahan,” tegasnya.(dwi/sky)

Hukum Kriminal