RADAR JOGJA – Ingin hidup foya-foya membuat Nugroho alias Hoho, 36,  bertindak nekat. Bermodalkan kepercayaan dan omongan, Hoho berhasil menipu Widodo alias Dodo. Alhasil pria berusia, 46, ini mengalami kerugian sebesar Rp 53.250.000.

Modus Hoho dalam menipu cukup unik. Berupa transaksi penjualan 5 ekor kambing dan 7 ekor sapi. Transaksi sebelumnya berjalan lancar. Ternyata ini untuk membuka jalan dalam menipu korbannya.

“Caranya, pelaku ini menunjukkan foto-foto sapi atau kambing yang akan dijual kepada korban serta menyampaikan kepada korban bahwa sapi atau kambing tersebut ada dan diakui miliknya untuk dijual belikan. Ternyata fiktif,” jelas Kapolsek Mlati Kompol Tony Priyanto ditemui di Mapolsek Mlati, Kamis (12/8).

Faktanya, foto-foto tersebut adalah hasil unggahan di internet. Hoho mengumpulkan foto dari forum jual beli hewan. Lalu ditawarkan kepada korban sebagai hewan ternak miliknya.

Bermodalkan kepercayaan, Dodo langsung membayar sejumlah uang. Total pembayaran sebesar Rp 52.250.000. Seluruhnya untuk membayar 5 ekor kambing dan 7 ekor sapi.

“Namun setelah korban menyerahkan sejumlah uang kepada pelaku, sapi dan kambing tersebut temyata tidak ada. Foto-foto sapi atau kambing yang diakui milik pelaku tersebut temyata dari media sosial akun jual beli Sapi di Facebook,” kata Kapolsek Mlati Kompol Tony Priyanto.

Atas aksinya ini pelaku dijerat dengan pasal 378 KUHP dan Pasal 372 KUHP. Barang bukti berupa lembar kuitansi pembayaran. Adapula uang sisa pembayaran yang dibawa  oleh tersangka.

Kanit Reskrim Polsek Mlati, Iptu Dwi Noor Cahyanto menuturkan, pergerakan tersangka cukup licin. Korban dibuat terperdaya dengan perkataan tersangka. Saat terhanyut langsung lanjut dengan transaksi fiktif.

Hasil penipuan digunakan untuk kehidupan sehari-hari. Terlebih sosok ini memang tak memiliki pekerjaan. Sehingga memang menipu untuk bertahan hidup.

“Pelaku tidak bekerja, hobi sebelum pandemi jalan-jalan di tempat hiburan. Dia mempelajari dulu profil korbannya, dikelabui dengan pembicaraan. Jadi memang piawai bicara,” ujar Iptu Dwi Noor Cahyanto. (dwi/sky)

Hukum Kriminal