RADAR JOGJA – KBO Satreskrim Polres Sleman, Iptu Sri Pujo memastikan pihaknya masih mendalami kasus meninggalnya Satria Yuda Pratama. Mulai dari mencari bukti hingga keterangan para saksi. Tercatat saat ini penyidik telah memintai keterangan dari 7 saksi.

Fakta yang belum berubah adalah korban sendirian saat kejadian berlangsung. Sementara ibunya berada di rumah sakit untuk berobat. Korban sempat berkomunikasi agar ibunya segera pulang.

“Masih dalam penyidikan, masih dalam pengembangan. Kami masih belum berani menambahkan siapa pelakunya,” jelas Iptu Sri Pujo,Kamis (29/7).

Dari keterangan saksi utama, sang ibu, korban ditemukan dalam kondisi tertelungkup. Mengetahui kondisi anaknya, sang ibu langsung berteriak minta tolong. Hingga akhirnya para tetangga datang membantu.

Dari keterangan saksi lainnya, tidak ada suara keributan. Korban ditemukan meninggal dunia di rumahnya kawasan Tirtomartani, Kalasan, Rabu malam (28/7) tepatnya 20.00 WIB. Tetangga baru mendatangi rumah korban saat mendengat teriakan sang ibu.

“Sebelumnya tidak terdengar ada keributan. Itu info awal seperti itu. Kami masih pendalaman lagi terkait itu,” kata KBO Satreskrim Polres Sleman, Iptu Sri Pujo.

Korban sendiri adalah anak yatim. Sang ayah telah meninggal dunia 2013 lalu. Korban hanya tinggal berdua bersama ibunya di rumah tersebut.

Dari hasil pemeriksaan forensik, korban memiliki beragam luka. Mulai dari luka di kepala belakang dan sisi atas. Lalu juga ada luka mulut sobek. Selain itu ada bekas penganiayaan di rambut sisi kanan dan kiri kepala.

“Intinya sengaja dibunuh, seperti itu. Dari hasil pemeriksaan juga ada luka di bagian perutnya. Untuk barang bukti penganiayaan masih kami cari, belum dapat,” ujarnya. (dwi/sky)

Hukum Kriminal