RADAR JOGJA – Irfan Zunianto alias Unyil tak bisa berpikir jernih. Pria berusia, 28, ┬áini nekat merusak ambulan milik SAR DIJ. Alasannya adalah isu tentang ambulan kosong tapi tetap bermobilisasi untuk menakuti warga.

Faktanya ambulan ini tengah membawa seorang pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Sempat berputar-putar dan ditolak sejumlah rumah sakit, akhirnya mendapatkan tindakan medis di Puskesmas Berbah. Perusakan terjadi saat ambulan dalam perjalanan pulang ke rumah pasien.

“Termakan isu di sosmed. Kalau yang sedang muter-muter itu biasanya ambulan kosong,” jelasnya setelah diamankan di Mapolres Bantul, Rabu (14/7).

Kejadian bermula ketika ambulans bernomor polisi K 8489 ZA yang dikendarai AA melintas di Jalan Wonosari dari barat menuju timur, pukul 17.45 WIB. Kala itu ambulan tengah membawa seorang pasien Covid-19 rawat jalan.

Saat melintas ambulan berpapasan dengan Irfan dan seorang temannya. Bukannya memberi jalan, Honda Scoopy yang dikendarai pelaku justru berjalan zig-zag. Tujuannya untuk menutup akses bagi ambulan.

“Saya tidak muter nyari, cuma kebetulan papasan. Baru kali ini (merusak ambulan). Enggak mabuk cuma kemakan isu buka sosmed. Menyesal beneran,” katanya.

Tak perlu waktu lama untuk menangkap Irfan. Pasca perusakan, supir ambulan langsung menuju Polsek Piyungan. Dari laporan tersebut, pelaku berhasil ditangkap di kediamannya, Srimartani Bantul pukul 19.30 di hari yang sama.

Kapolres Bantul, AKBP Ihsan menuturkan supir ambulan sempat menegur aksi Irfan dan temannya. Sayangnya teguran ini tak digubris. Bahkan Irfan sempat mengacungkan jari tengah ke arah supir ambulan.

“Jadi pelaku ini merusak kaca belakang mobil dengan helm miliknya. Ini yang membuat kaca belakang ambulan retak dan pecah,” ujar AKBP Ihsan.

Perwira menengah dua melati ini tak menampik motif perusakan karena termakan isu hoax di medsos. Berupa ambulan kosong yang sengaja bermobilitas. Beranggapan untuk menakut-nakuti warga.

Dari bukti pemeriksaan, Irfan memang kerap melihat sejumlah video di media sosial. Dia juga kerap berkomunikasi dalam media sosial tersebut. Menyatakan bahwa ambulan pengangkut pasien Covid-19 adalah bagian dari sebuah konspirasi.

“Rupanya pelaku selama ini terprovokasi bahwa kebanyakan ambulan sekarang ini kosong hanya muter-muter saja tanpa isi untuk menakut-nakuti warga. Namun faktanya kan seperti kita ketahui pada saat kejadian ambulan tersebut lagi membawa pasien Covid,” kata Kapolres Bantul, AKBP Ihsan.

Aksi ini sempat membuat keluarga pasien dan pasien di dalam mobil ambulan panik.Terlebih perusakan ini sempat membuat kaca mobil bagian belakang rusak parah. Belum lagi serpihan kaca mobil juga masuk ke dalam mobil.

Berkat aksinya ini, Irfan harus menghuni sel tahanan Polres Bantul. Barang bukti yang berhasil diamankan berupa sebuah helm dan satu unit Honda Scoopy. Ambulan milik SAR DIJ juga menginap sementara waktu sebagai barang bukti perusakan.

“Statusnya sudah tersangka. Dikenakan Pasal 406 KUHP tentang Perusakan Varang Milik Orang Lain. Ancaman hukumannya 2 tahun 8 bulan penjara. Juga akan kami jerat dengan pasal penanggulangan wabah,” tegasnya. ( dwi/sky)

Hukum Kriminal