RADAR JOGJA – Ditreskrimsus Polda DIJ berhasil membongkar jaringan skimming di Jogjakarta. Memanfaatkan kelengahan korban lalu menduplikat data ATM menggunakan. Untuk kemudian menguras uang dalam tabungan korban.

Hasil identifikasi awal, penyidik berhasil menangkap tersangka inisial TH alias D. Sosok ini memiliki peran menguras atau memindahkan uang tabungan korban ke rekening penampung. Total transaksi mencapai Rp 21.550.000.

“Jadi TH ini yang memindahkan uang melalui salah satu ATM BRI di sebuah SPBU jalan Wates Bantul ke rekening penampung. Kejadiannya itu 30 April 2021,” jelas Wadirreskrimsus Polda DIJ AKBP F.X Endriadi, Rabu (30/6).

Transaksi tersebut, lanjutnya, terbaca oleh korban. Tepatnya berupa rentetan SMS Banking dari Bank BRI. Hanya saja korban merasa tidak melakukan transaksi apapun.

Pasca kejadian, korban langsung melaporkan ke Polda DIJ. Hasil investigasi, ada rekaman CCTV saat TH masuk ke mesin ATM. Berawal dari sinilah polisi berhasil menangkap tersangka awal.

“Dari sini terungkap ternyata pelaku ini bukan pemeran utama. Saat ini masih ada 2 tersangka lain yang masih dalam pengejaran,” katanya.

Dari tersangka DH, penyidik berhasil membongkar modus kejahatan. Penduplikatan data menggunakan alat khusus skimmer. Alat ini dibeli dari situs jual beli luar negeri eBay.

Modusnya kedua tersangka yang masih dalam pengejaran bertemu dengan korban. Sosok korban diketahui memiliki profesi sebagai operator BRI Link. Saat korban lengah, pelaku langsung mengambil kartu ATM dan menduplikasi dengan skimmer.

“Jadi ada 2 tersangka, yang satu perannya menduplikasi data yang lainnya mengalihkan perhatian korban. Peran penduplikasi ini juga menghafalkan pin ATM milik korban,” ujarnya.

Posisi korban yang berhadapan memudahkan peran tersangka. Guna menghafal pin ATM dan mengambil kartu ATM. Setelah digesekan ke mesin skimmer, kartu ATM segera dikembalikan ke tempat semula.

“Pelaku ini punya kartu ATM sendiri hasil dari klonning data. Jadi geraknya memang cepat,” katanya.

Akibat perbuatanya, pelaku dikenakan Pasal 81 UU RI Nomor 03 Tahun 2011 tentang Transfer Dana atau Pasal 48 ayat (1) Jo Pasal 32 ayat (1) atau Pasal 48 ayat (2) Jo Pasal 32 ayat (2) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 Perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan atau Pasal 362 KUHP tentang Pencurian.

“Kalau ancaman hukuman maksimal 8 tahun penjara. Kalau yang tersangka lain masih pengejaran, ada 2 orang yang masih kami cari,” tegasnya.(dwi/sky)

Hukum Kriminal