RADAR JOGJA- Diki Wijayanto pemuda asal Jalan Bantul tewas mengenaskan setelah dikeroyok oleh puluhan orang di jalan Amri Yahya, Wirobrajan, Kamis dini hari (3/6). Korban dikeroyok setidaknya oleh 7 pelaku dengan benda tumpul dan senjata tajam. Alhasil korban meninggal dunia dengan luka di sekitar kepala.

Kasubag Humas Polresta Jogja,  AKP Timbul Sasana Raharjo menuturkan kejadian berlangsung sekitar pukul 00.15 WIB. Sosok korban sendiri awalnya datang untuk menengahi sebuah konflik. Sayangnya pria berusia 22 tahun ini justru jadi korban salah sasaran.

“Jadi korban ini dikeroyok oleh rombongan pelaku. Yang punya masalah itu temannya, dia datang untuk menjadi penengah. Tapi malah dianiaya dan akhirnya meninggal dunia,” jelasnya ditemui Mapolresta Jogja, Kamis (3/6).

Korban: Kasubag Humas Polresta Jogja, AKP Timbul Sasana Raharjo menuturkan kejadian berlangsung sekitar pukul 00.15 WIB. Sosok korban sendiri awalnya datang untuk menengahi sebuah konflik. (DWI AGUS/RADAR JOGJA)

Timbul menjelaskan kronologi berdasarkan keterangan saksi MAM. Berawal saat saksi yang juga pelapor mengalami masalah dengan rombongan pelaku berinisial S alias Gt. Kejadian ini terjadi di kawasan Bugisan. Tirtonirmolo Kasihan Bantul, Rabu malam (2/6).

Tak ingin berlarut, pelapor meminta bantuan Diki menjadi penengah. Lalu disepakati untuk bertemu di Kampung Gampingan Pakuncen Wirobrajan Jogja. Rombongan korban tiba di lokasi titik temu sekitar pukul 24.00.

“Disana sudah menunggu rombongan pelaku, ada Gt dan temannya sekitar 7 orang. Tiba-tiba salah satu teman Gt langsung menyerang rombongan korban. Mereka lari ke arah selatan tepatnya di Utara Pasar Serangan,” katanya.

Malang tak bisa ditolak, Diki berhasil tertangkap rombongan pelaku. Tubuh korban menerima sejumlah pukulan. Mulai dari tangan kosong, tendangan, hingga benda tumpul dan senjata tajam.

Dari lokasi kejadian, polisi berhasil menemukan sejumlah barang bukti. Mulai dari Honda Beat AB 3359 JJ. Adapula pecahan botol miras, pecahan batu, potongan bambu, tongkat stik dan sandal jepit.

“Dari keterangan dokter yang mendatangi TKP menyatakan korban sudah meninggal dunia di TKP. Terdapat luka berdarah di tengkuk belakang korban,” ujarnya.

Wewenang penyidikan berada di Unit Reskrim Polsek Wirobrajan. Timbul memastikan polisi telah mengantongi identitas sejumlah pelaku. Saat ini tengah melakukan pelacakan dan pengejaran terhadap para pelaku.

Timbul meluruskan tentang informasi yang beredar di media sosial. Bahwa penganiayaan ini bukanlah aksi klitih atau penganiayaan jalanan oleh remaja. Ini karena para pelaku telah berusia dewasa. Selain itu juga antara korban dan pelaku saling kenal.

“Untuk pasal belum bisa dipastikan tapi kalau Pasal 170 ya ancamannya 5 tahun penjara. Untuk identitas pelaku sudah kami kantongi. Saat ini sedang melacak dan mengejar para pelaku,” katanya. (dwi/sky)

Hukum Kriminal