RADAR JOGJA –Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polresta  Jogjakarta,berhasil  membongkar Jaringan pengguna dan pengedar narkotika jenis ganja. Pihak kepolisian menetapkan AID,27, W, 26 dan DWS 30.

Mereka terbukti menanam dan memiliki tanaman ganja. Tak hanya satu pohon, tapi hingga 4 tanaman ganja.

Agar tak terlacak, tanaman ganja ditanam dalam plastik polibag. Lalu diletakan di lantai 2 rumah kos daerah Kapanewon Ngemplak. Tanaman ini lalu digunakan sendiri setelah mencapai ukuran yang cukup.

“Tujuan menanam untuk konsumsi sendiri, tidak ada lain. Belum pernah panen. Ide didapat dari diri sendiri,” klaim DWS saat ungkap kasus di Mapolresta Jogja, Kamis (27/5).

Terungkapnya penanaman ganja berawal dari penangkapan tersangka AID dan W. Dari tangan keduanya, Satresnarkoba Porlesta Jogja berhasil menyita sejumlah barang bukti. Salah satunya ganja kering dengan total berat 31,5 gram.

Kanit 1 Satresnarkoba Porlesta Jogja AKP Widodo menuturkan AID dan W ditangkap Selasa (25/5). Dari penangkapan ini muncul nama tersangka DWS. Hingga akhirnya penggeledahan dan penangkapan bergeser ke kos DWS.

“Hasil penyidikan, tanaman ganja itu merupakan titipan tersangka AID dan W. Keduanya beli dari seseorang inisial K asal Lampung. Transfer Rp 3,5 juta dapat ganja sekitar 0,5 kilogram. Kirimnya lewat PO bus,” katanya.

Biji dari ganja kering inilah yang diduga menjadi bibit tanaman. Kedua tersangka akhirnya menitipkan tanaman beserta biji ganja kepada tersangka DWS. Terbukti adalah 4 pot dengan tanaman ganja. Adapula biji ganja seberat  107,4 gram.

Hasil penyidikan, tanaman ganja sempat digunakan oleh para tersangka. Pendalaman masih dilakukan atas dugaan transaksi secara bebas. Sementara untuk ukuran tanaman ganja bervariasi antara 40 centimeter, 27 centimeter, 23 centimeter dan 6 centimeter.

“Biji dari hasil membeli yang dulu. Dikumpulkan lalu insiatif tanam sendiri. Tidak sampai tinggi, agar tak mencolok. Tidak mau repot kalau pakai tinggal tanam di lantai 2 kos. Kalau pakai ganja pengakuannya sudah 2 sampai 3 tahun ini,” ujarnya.

Ketiga tersangka dijerat dengan pasal yang sama. Tepatnya Pasal 111 ayat (1) junto Pasal 132 ayat (1) subsider Pasal 114 ayat (1) atau Pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI Nomor 35 Tahub 2009 tentang Narkotika. Walau begitu masing-masing tersangka mendapatkan sanksi hukum yang berbeda.

“Untuk tersangka AID ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar. Sementara tersangka W dan DWS ancaman hukuman 12 tahun penjara dan denda Rp 8 miliar,” tegasnya.(dwi/sky)

Hukum Kriminal