RADAR JOGJA-  Polsek Umbulharjo meringkus tersangka pembuangan bayi berjenis kelamin perempuan  yang ditemukan di wilayah Tegalturi, Giwangan akhir pekan lalu. Pelakunya merupakan seorang mahasiswi di salah satu perguruan tinggi Kota Jogja berinisal CM, 21, warga asal Waropen, Papua.

Melahirkan tanpa suami, memaksa CM bertindak nekat. Aksi ini sempat menghebohkan warga sekitar lokasi pembuangan. Berawal dari tangisan bayi di malam hari. Hingga akhirnya warga bersama-sama mencari sumber suara. Lalu ditemukannya bayi perempuan yang belum terpotong ari-arinya

“Bayi tersebut lahir pada hari Kamis 29 April jam 10.00 wib. Sementara tersangka dan bayinya keluar dari Puskesmas pada Jum’at tanggal 30 April jam 17.00 wib, lalu bayi ditemukan warga sekitar pukul 19.30 wib.

Lokasi pembuangan tepatnya di barat Makam Sentono. Bayi ditemukan di dalam gerobak lengkap dengan pakaian, popok, tutup kepala, celemek dan kain selendang coklat hitam,” jelas Kapolsek Umbulharjo Kompol Setyo ditemui di Mapolsek Umbulharjo, Kamis (6/4).

Berawal dari temuan ini, penyidik Polsek Umbulharjo berkoordinasi dengan sejumlah rumah sakit dan puskesmas. Guna memastikan apakah ada sosok ibu yang akan melahirkan atau hamil tua. Hingga akhirnya didapatkan sebuah petunjuk di Puskemas Jetis.

Berdasarkan catatan medis, sosok CM sempat mendatangi pusat pelayanan kesehatan tersebut. Saat itu dalam kondisi hamil besar. Petunjuk ini semakin kuat karena baju bayi memiliki kode bertuliskan ranap.

“Ranap ini kan artinya rawat inap, sehingga kami langsung koordinasi dan didapati yang bersangkutan sempat datang ke Puskesmas Jetis,” katanya.

Hasil penyidikan, CM mendatangi Puskemas Jetis, Kamis (29/4). Lalu pergi meninggalkan puskemas Jumat Sore (30/4). Pasca membuang bayi, perempuan asal Kampung Nau, Kelurahan Nau, Kecamatan Oudate, Kabupaten Waropen, Papua ini sempat kembali ke kostnya di daerah Batikan Umbulharjo.

“Ternyata dia kembali ke Puskemas Jetis hari Senin (3/5). Yang bersangkutan langsung kami amankan hari itu juga di Puskemas Jetis,” ujarnya.

CM mengaku terpaksa melakukan tindakan ini. Alasannya tidak bisa merawat sang buah hati. Selain ditinggal pacarnya, juga tengah fokus pada pendidikannya. Sebentar lagi akan menjalani kuliah kerja nyata (KKN) dari kampusnya.

Polisi sempat melacak keberadaan pacar CM. Hanya saja sosok tersebut telah pulang ke kampung halamannya di Papua. CM, lanjut Setyo, juga sudah kehilangan kontak. Bahkan hubungan asmara keduanya juga telah putus.

“Keduanya ini belum menikah, tapi ada hubungan gelap. CM ini sudah tidak tahu keberadaan pacarnya, sudah putus. Komunikasi lewat handphone juga sudah tidak bisa,” katanya.

Kanit Reskrim Polsek Umbulharjo Iptu Nuri Ariyanto menuturkan penyidikan atas kasus ini berlangsung 3 hari. Mudahnya penangkapan karena adanya tulisan ranap pada baju bayi. Hingga akhirnya petunjuk ini mengarah ke Puskemas Jetis.

Dari hasil penyidikan, terungkap CM keluar dari Puskemas Jetis lalu menuju Giwangan. Lalu naik becak dan turun di sekitar lokasi penemuan bayi. Setelah membuang bayinya, CM langsung kembali ke kostnya di daerah Batikan Umbulharjo.

“Untuk kondisi bayi saat ini sehat. Setelah ditemukan langsung dibawa ke RSUD Wirosaban. Oleh rumah sakit juga sudah diserahkan ke Dinsos untuk dilakukan perawatan yang dibiayai negara,” ujarnya

Akibat perbuatannya ini CM dijerat dengan Pasal 76B junto pasal 77B UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak atau Pasal 305 junto Pasal 307 KUHP. Ancaman hukuman berupa penjara 7 tahun. (dwi/sky)

Hukum Kriminal