RADAR JOGJA – Kapolresta Jogja Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro memastikan ada sanksi tegas apabila sosok T terbukti melanggar kode etik maupun pidana. Diketahui bahwa target dari Nani Apriliani Nurjaman awalnya adalah berinisial T. Sosok ini diketahui sebagai anggota Satreskrim Polresta Jogja.

Walau begitu pihaknya tak ingin gegabah. Perwira menengah 3 melati ini masih menunggu hasil penyidikan Polres Bantul. Terlebih hingga saat ini tabir kasus belum terbuka sepenuhnya. Termasuk isu T telah menikah siri dengan Nani.
“Masih perlu bukti, istilahnya kapan dia nikah siri, foto lalu siapa yang nikahkan. Harus ada buktinya bukan sekadar omongan,” jelasnya, Rabu (5/5).

Walau begitu Purwadi memastikan akan ada sanksi tegas. Baik secara kode etik maupun pidana. Jika memang terbukti anak buahnya melanggar atau terlibat dalam kasus sate maut.

“Masih harus nunggu bukti dulu, termasuk proses penyidikan di Polres Bantul. Semua di mereka, kami tidak melakukan penyidikan, cuma kebetulan dia (T) anggota kami. Kalau sanksi disiplin tergantung, kalau ada bukti tinggal dijalankan saja,” katanya.

Kasatreskrim Polres Bantul AKP Ngadi masih mendalami sejumlah keterangan saksi dan informasi. Termasuk tentang kabar Nani telah menikah siri dengan T. Hingga status rumah Nani di Potorono Banguntapan Bantul.

Ngadi memastikan proses penyidikan belum menyentuh ranah tersebut. Ini karena masih fokus pada kasus utama. Yaitu sate sianida yang menyebabkan Naba Faiz, 10, meninggal dunia.

“Nikah siri itu masih akan kami dalami ke yang bersangkutan. Beli rumah juga akan dalami. Konfirmasi apakah dari T, atau beli sendiri atau ada orang lain lagi,” ujarnya.

Disinggung tentang sosok T, Ngadi memastikan telah ada konfimasi secara lisan. Hanya saja belum masuk pada berita acara pemeriksaan. Hasil sementara hubungan dengan Nani hanya sebatas pelanggan.

“T sudah periksa secara lisan tinggal melengkapi saja. Pengakuan dari T hubungan dengan NA sebatas pelanggan saja, tapi kami pastikan lagi lebih detilnya. Untuk istri T kemungkinan juga bisa ditanyai,” katanya.(dwi/sky)

Hukum Kriminal