RADAR JOGJA – Proses penyelidikan kasus takjil sate ayam di Bantul menunjukkan titik terang. Hasil pemeriksaan di laboratorium kesehatan daerah (Labkesda) Dinas Kesehatan DIJ terdapat kandungan racun jenis C. Zat inilah yang diduga menyebabkan kematian Naba Faiz, 10.

Kasatreskrim Polres Bantul AKP Ngadi membenarkan fakta tersebut. Hasil pemeriksaan laboratorium mengandung racun jenis C. Racun ini teridentifikasi di bumbu sate.

“Hasil sementara positif mengandung racun jenisnya C. Itu ditemukan dibumbunya. Jadi intinya dibumbunya itu,” jelasnya dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (29/4).

Ngadi menjelaskan, racun jenis C mudah didapatkan. Penjualannya di sejumlah toko obat kimia. Wujudnya ada yang cair dan juga padat. Walau begitu, Ngadi belum bisa menyimpulkan lebih jauh. Ini karena proses penyidikan masih berlangsung.

Pihaknya juga masih mencari fakta tentang perempuan misterius. Sosok inilah yang meminta ayah korban, Bandiman, 47, mengantarkan takjil. Hingga akhirnya disantap oleh istrinya, Titik Rini, dan anaknya Naba Faiz.

“(Racun jenis C) mudah didapat. Ada yang cair ada yang padat. Yang jelas jenisnya itu,” katanya.

Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pihak Labkesda. Kaitannya adalah mengirimkan hasil resmi sebagai proses penyidikan. Termasuk untuk rekomendasi melakukan otopsi.

Perihal otopsi, pihaknya juga masih berkoordinasi dengan Kejaksaan Negeri Bantul. Guna memastikan hasil pemeriksaan labkesda tentang temuan racun jenis C. Untuk kemudian menjadi bahan dalam proses penyilidikan dan penyidikan.

“Nanti kami koordinasi dengan kejaksaan apakah dengan bukti hasil laboratorium itu sudah cukup atau nanti kami akan lakukan otopsi dengan bedah makam kami belum tahu. Kami akan koordinasikan dengan kejaksaan,” ujarnya.

Proses penyelidikan juga menyasar sejumlah saksi. Tak hanya Bandiman tapi beberapa nama lainnya. Terutama penerima utama takjil tersebut yang bernama Tomi.

Diketahui bahwa awalnya Bandiman menerima pesanan secara offline di sekitar Gayam, Umbulharjo. Sosok perempuan misterius meminta pria ini mengantar paket ke daerah Kasihan, Bantul. Isinya adalah paket takjil berupa sate lontong.

“Kami sudah periksa 5 sampai 6 saksi. Tomi secara lisan sudah. Kalau nama Hamid yang disebutkan oleh perempuan misterius masih kami telusuri. InsyaAllah tidak terlalu lama bisa kami amankan,” katanya. (dwi/ila)

Hukum Kriminal