RADAR JOGJA – Selama enam tahun merasa telah ditipu teman masa kecilnya, akhirnya Hermin Tri Suswantari melaporkan kawan baiknya yang diangap dapat dipercaya tersebut ke pihak kepolisian. Kasus berawal ketika Hermin menyerahkan kartu ATM, buku tabungan BCA beserta PIN BCA miliknya kepada NHL, teman masa kecilnya tersebut.

‘’Saat itu tahun 2014. Saya memercayakan buku tabungan beserta kartu ATM berserta pin-nya kepada dia (NHL) karena saya sedang ada persoalan rumah tangga. Saya menitipkan uang untuk masa depan anak saya.utk dipindahkan ke rekening Adek saya. Tapi oleh dia (NHL),’’tidak ditransferkan semua ke rekening adek saya.malah digunakan oleh NHL pribadi tanpa seijin saya ujar Hermin kepada wartawan (21/4/2021).

Namun, uang sekitar Rp 700 juta tersebut Justru NHL melakukan perbuatan yang tidak sesuai dengan permintaan Hermin. Uang tersebut justru dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi NHL. Tanpa seijin Hermin. Setelah Hermin mengetahui NHL menggunakan uang tersebut NHL disuruh mengembalikan. Tp NHL malah trus loos kontak. Dan udah di upayakan meminta secara pribadi maupun dengan melibatkan kedua keluarga tapi tidak membuahkan hasil

Akhirnya tidak ada pilihan lain pada 5 November 2020, Hermin memutuskan untuk melaporkan kasus penggelapan tersebut ke Polda DIY. ‘’Saya dengan berat hati melaporkan NHL ke polisi. Nomor laporan kepolisiannya: LP/0649/XI/2020/DIY/SPKT tanggal 5 November 2020,’’ ujar Hermin.

Setelah dilaporkan, kemudian kasus tersebut sudah beranjak ke ranah penyidikan. Penyidik Polda DIY pun telah mengantongi bukti transaksi yang diduga dilakukan oleh NHL. Namun terlapor tidak mengakui perbuatannya tapi fakta nya data digital dari BCA jelas NHL akhir 2015 membeli pulsa ke nomor nya sendri dengan memakai ATM pelapor,sedangkan saat di tanya penyidik NHL mengatakan bahwa buku tabungan milik hermin dia mengaku tidak dia bawa tapi faktanya saat mediasi kemarin NHL justru mengembalikan buku tabungan yg semula tidak diakuinya

Kemudian, dilakukan beberapa kali mediasi. Namun hanya sekali mediasi berhasil menghadirkan terlapor. NHL datang pada mediasi kali ketiga. ‘’Di depan penyidik, dia (NHL) mengaku salah dan mengakui telah menyalahgunakan uang saya. Bahkan di depan penyidik, dia (NHL) mengembalikan buku tabungan BCA dan BRI, beserta KTP yang dari awal pemeriksaan NHL tdak mengakui diserahi buku tabungan BCA tapi fakta nya justru saat mediasi akan di tutup NHL mengembalikan buku tabungan BCA . ’’ ujar Hermin.

Karena mediasi mentok, dan tidak menghasilkan jalan keluar. Akhirnya Hermin memutuskan untuk meneruskan proses hukum untuk dilanjutkan menuju proses gelar perkara agar segera ada penetapan tersangka dengan barang bukti yang sudah ada di hadapan penyidik
Sementara itu, Kabidhumas Polda DIY Kombespol Yuliyanto, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa informasi yang dia peroleh dari penyidik, para pihak sedang mencari solusi kekeluargaan. ‘’Sehingga penyidik menghargai keinginan para pihak tersebut,’’ ujar Yuliyanto. (*/iwa/ila)

Hukum Kriminal