RADAR JOGJA – Gaya hidup mewah membuat Jovita Khusudyawati nekat melanggar hukum. Demi memenuhi kebutuhan duniawi, perempuan berusia 50 tahun ini sampai menggelapkan dua unit kendaraan roda empat. Uang dari penggelapan tersebut digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Aksi mantan pegawai bank ini terhenti setelah ditangkap Unit Reskrim Polsek Ngampilan. Dari tangannya berhasil diamankan Honda Brio Satya AB 1824 GJ dan Toyota Avanza AB 1288 JJ.

“Terbongkarnya kasus ini berawal dari laporan pemilik Honda Brio. Jadi tersangka JV ini menyewa dari pihak rental selama 3 hari. Pembayaran awal lancar tapi akhirnya menghilang pertengahan Maret 2021,” jelas Kapolsek Ngampilan Kompol Hendro Wahyono di Mapolsek Ngampilan, Jumat (16/4).

Perwira menengah satu melati ini menjelaskan kronologi lengkap. Awalnya pelaku menyerahkan uang sebesar Rp 900 ribu. Wujud perjanjian sewa mobil selama 3 hari. Lalu sepakat perpanjangan hingga 17 Maret 2021.

Pasca perjanjian tersebut, pelaku jutsru menghilang. Tepatnya mulai 18 Maret hingga 21 Maret. Bersamaan dengan hilangnya pelaku, pembayaran sewa kendaraan juga tak terbayarkan.

“Tanggal 21 Maret 2021 pihak rental mendatangi rumah JK. Ternyata JK tidak berada di rumah dan GPS mobil menunjukkan posisi mobil berada di Ngaglik, Sleman. Mengetahui ini, pihak rental langsung melaporkan kejadian ke Polsek Ngampilan,” katanya.

Pasca menerima laporan, unit Reskrim Polsek Ngampilan bergerak cepat. Hingga akhirnya bisa melacak keberadaan Jovita. Lalu berhasil ditangkap 3 April di Pleret Bantul.

Hasil penyidikan, aksi ini bukanlah yang pertama kali. Sebelumnya Jovita juga pernah melakoni aksi serupa. Berhasil membawa kabur Toyota Avanza AB 1288 JJ.

“Setelah dilakukan pengembangan ternyata ada mobil lain yang digelapkan juga oleh pelaku. Toyota Avanza berhasil kami amankan di daerah Dlingo, Kabupaten Bantul,” ujarnya.

Penyidikan lebih lanjut, sosok Jovita sendiri tercatat sebagai seorang residivis. Pernah melakoni aksi yang sama medio 2018. Pasca tertangkap lalu menjalani hukuman 18 bulan penjara.

Terkait motif, Hendro memastikan karena gaya hidup. Selain itu pelaku juga memiliki utang sejak 2018. Alhasil Jovita melakoni aksi kriminal demi memenuhi desakan tersebut. Sementara kesehariannya hanya sebagai ibu rumah tangga.

“Dia gali lubang tutup lubang, utang sana sini buat membayar utang. Rumahnya juga sudah dijual. Kalau pasal kena 372 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara,” katanya.(dwi/sky)

Hukum Kriminal