RADAR JOGJA -Seorang pria berusia, 48, Edy Prasetya  harus berurusan dengan aparat kepolisian pasca diduga menipu 7 korbannya yang merupakan penjual daging.

Modus yang dilakukan  Edy Prasetya memesan daging kepada para pedagang di Pasar Gamping. Saat semua terlena, dia membawa kabur 5 gawai para korban.

Untuk memuluskan aksinya, Edy ternyata menggunakan ilmu gendam. Inilah yang membuat para korbannya menurut. Bahkan ketujuhnya tak menolak untuk menyerahkan gawainya masing-masing.

“Modusnya mengaku dokter rumah sakit di Jogjakarta lalu mengorder daging untuk kebutuhan rumah sakit. Pelaku mengumpulkan korban di restoran di Sleman dan mengumpulkan handphone korban untuk dipasangi GPS.

Setelah terkumpul, pelaku langsung kabur,” jelas Kanit Jatanras Satreskrim Polres Sleman Ipda Leonard vanangian Hutajulu, ditemui di Mapolres Sleman, Kamis (15/4).

Leonard menambahkan, pasca mendapatkan barang incarannya, Edy langsung kabur ke daerah Ciawi Bogor, Jawa Barat. Pria asal Medan Sumatera Utara ini bersembunyi dari kejaran polisi. Walau akhirnya tetap terlacak dan tertangkap jajaran Satreskrim Polres Sleman.

Hasil penyidikan, kelima gawai telah dijual senilai Rp 5 juta. Uang hasil penjualan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Termasuk untuk membeli cincin batu akik dan beragam tas selempang.

“Kami tangkap di kosnya di Ciawi Bogor. Semua handphone sudah dijual seharga Rp 5 juta. Uang ini lalu dipakai untuk kebutuhan harian, lalu membeli cincin batu warna hijau, tas selempang, celana dan baju,” katanya.

Aksi ini bukan kali pertama terjadi. Medio 2017, Edy pernah ditangkap dengan modus yang sama. Menggunakan ilmu gendam dalam memperdaya korbannya. Untuk lebih menyakinkan, kala itu mengaku sebagai anggota Paspampres.
Jauh dari kenyataan, Edy hanyalah buruh lepas.

Sebelum ditangkap pria ini hanyalah pegawai rumah makan pecel lele. Merasa pemasukannya tak cukup, Edy mengulangi rekam jejak yang sama.
“Pelaku ini pernah diamankan di Solo tahun 2017 lalu. Kasusnya sama, gendam juga tapi ngakunya sebagai Paspampres,” ujarnya.

Akibat aksinya ini sanksi tegas tengah menunggunya. Jerat hukum yang dikenakan adalah Pasal 378 KUHP tentang Penipuan. Ancaman hukuman penjara maksimal 4 tahun.

“Saat ini pelaku masih menjalani proses penyidikan untuk mengungkap apakah ada aksi lainnya. Pasal yang dikenakan 378 KUHP dengan ancaman penjara 4 tahun,” tegasnya.

Edy mengaku awalnya mengenalkan diri sebagai karyawan rumah sakit. Hanya saja dia merasa kurang percaya diri. Hingga akhirnya dipilih profesi dokter untuk mengelabuhi para korbannya.

Tak hanya daging, Edy awalnya juga memesan beragam jenis sayuran. Alasannya untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit. Saat korbannya percaya, dia meminta semuanya untuk datang ke sebuah restoran di Sleman. Seluruh gawai dikumpulkan dengan alibi dipasangi GPS.

“Iya mengaku dokter lalu pesan sayur daging untuk kebutuhan rumah sakit. Awalnya bilang karyawan tapi tidak percaya, lalu mengaku dokter baru percaya. Saya juga lebih percaya diri,” katanya. (dwi/sky)

Hukum Kriminal