RADAR JOGJA – Khoirul Ihsan Romadhon,21, warga Mungkid Magelang Jawa Tengah, mengaku terpaksa menjabret karena  tak ada biaya periksa kesehatan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) . Selain untuk  membayar tes rapid antigen, sisanya untuk membayar tunggakan uang kos.

Aksi yang ia lakukan tak sendiri. Dia melakoni tindakan kriminal ini bersama temannya, Achmad Dimas Meilleniawan. Sasarannya adalah seorang perempuan yang kebetulan berpapasan di kawasan  jalan Pringgodiningrat, Beran Tridadi Sleman, Jumat malam (19/3).

“Kemarin saya isolasi mandiri, reaktif swab antigen 14 Maret. Uang itu untuk cek lagi, hasilnya sudah negatif,  ” jelasnya ditemui di Mapolsek Sleman, Senin (29/3).

Saat diinterogasi, ia  mengaku pernah melakoni aksi yang sama. Tepatnya sebulan sebelum kejahatan serupa, “Di jalan Magelang antara Kodim (Makodim 0732/Sleman) kemarin dapat handphone juga. Belum ada sebulan ini, handphone sudah dijual,” katanya.

Inisiator aksi penjambretan ternyata Achmad Dimas Meilleniawan. Alibinya solidaritas untuk membantu teman. Berupa biaya untuk rapid antigen tersangka Ihsan. Selain itu juga beralasan tak mendapat kiriman uang dari orangtuanya di Muntilan Magelang Jawa Tengah.

“Idenya dari saya, ya mau bantu periksa kesehatan teman. Lalu juga untuk bayar kos karena sudah deadline. Kiriman (uang) orangtua tidak ada, jadi terpaksa melakukan hal tersebut,” alibinya.

Aksi kedua pelaku berlangsung di depan UPT Persampahan Kabupaten Sleman. Tepatnya Jalan Pringgodiningrat, Beran, Tridadi, Sleman, Sleman, pekan lalu (19/3). Korbannya adalah Destyn Wahyu Pramesti dengan kerugian sebuah gawai Xiaomi Redmi Note 8.

Dalam melakoni aksinya, kedua tersangka tergolong sadis. Awalnya korban didekati dengan berjalan kaki. Setelah merebut gawai milik korban, keduanya kabur dengan menggunakan Honda Supra nomor Polisi F 6394 JR.

“Korban mempertahankan handphone miliknya sehingga korban terseret  sejauh 10 meter. Korban mengalami luka-luka berupa lecet paha kiri, lecet pelipis dan tangan kanan,” kata Kapolsek Sleman Kompol Irwiantoro.

Kedua tersangka berhasil diamankan Rabu malam (24/3) di kawasan Jetis dan Wirobrajan Kota Jogja. Atas aksinya ini, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 365 KUHP. Berupa tindak pidana pencurian dengan kekerasan.

“Ngakunya buat kehidupan sehari-hari, tapi masih kami dalami lagi motifnya. Dijerat dengan pasal 365 KUHP dengan ancaman maksimal hukuman 9 tahun penjara,” tegasnya.(dwi/sky)

Hukum Kriminal